Minggu, 19 Desember 2010 15:02 WIB Sukoharjo Share :

Putus siklus hama wereng, petani diminta tanam jagung

Sukoharjo  (Espos)–Sebanyak 300 petani dari Mojolaban dan Polokarto digelontor bantuan benih jagung masing-masing sebanyak lima kilogram. Pemberian bantuan itu, sebagai  upaya penerapan pola tanam selang-seling untuk memutus siklus hama wereng di dua kecamatan dengan intensitas serangan tertinggi di Sukoharjo tersebut.

Camat Mojolaban, Sumantiyo mengatakan, pemberian bantuan benih jagung yang digelar di Gubug Dharma Tirta, Bekonang, Mojolaban tersebut diserahkan langsung Wakil Bupati, Haryanto kepada perwakilan dari belasan kelompok tani Mojolaban dan Polokarto, Sabtu (18/12).

Sebagai salah satu kecamatan dengan intensitas serangan hama wereng tertinggi, bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi petani yang sebagian besar mengalami gagal panen. “Dari sekitar 2.100 hektare (ha) tanaman padi di Mojolaban, sekitar 85% terserang hama wereng dan sebagian besar petani akhirnya mengalami gagal panen. Musibah ini terjadi sejak Mei hingga Desember ini,” beber Sumantiyo seusai acara.

“Pemberian bantuan dari PT Tanindo dari Semarang bekerjasama dengan Pemkab Sukoharjo ini semoga menjadi solusi untuk memutus siklus hama wereng. Biar petani menerapkan pola tanam padi yang diselingi dengan palawija,” imbuhnya.

hkt

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…