Minggu, 19 Desember 2010 10:18 WIB Internasional Share :

Iran naikkan harga BBM empat kali lipat

Tehran–Pemerintah Iran mengambil langkah kontroversial dengan memangkas subsidi BBM, yang langsung berdampak pada kenaikan harga BBM di negara tersebut hingga empat kali lipat.

Iran sebelumnya memiliki dua jenis harga bensin yakni untuk pemilik kendaraan bermotor diberi kuota 60 liter per bulan, dengan harga subsidi sebesar 10 sen dolar AS per liter. Jika melebihi kuota, pengendara motor harus membayar 40 sen per loter.

Sejak Minggu (19/12), para pemilik kendaraan bermotor harus membayar 40 sen per bulan dengan kuota 60 liter per bulan, dan lebih dari kuota itu harus membayar 70 sen per liter. Ini berarti ada kenaikan hingga 75% atau harga mencapai empat kali lipat dari sebelumnya. Harga solar juga melonjak dari 0,0165 per sen menjadi 0,15 per sen.

Dalam interview dengan televisi pemerintah pada malam harinya, Presiden Iran, Mahmod Ahmadinehad mengatakan, penghilangan subsidi akan dimulai pada awal Minggu.

“Untuk saat ini, kami tidak memiliki rencana untuk membebaskan harga, namun harga-harga akan dikoreksi. Harga baru akan diumumkan malam ini,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.

Pemerintah Iran memang berniat untuk menghilangkan subsidi energi termasuk bensin, solar, gas, minyak tanah, listrik dan makanan seperti air dan roti. Pejabat pemerintahan Iran sebelumnya memperkirakan, subsidi dari produk-produk tersebut telah menelan dana hingga US$ 100 miliar per tahun.

Layaknya di Indonesia, antrean para pemilik kendaraan langsung memadati SPBU-SPBU di Iran sesaat setelah Ahmadined mengumumkan rencana kenaikan harga BBM itu. Mereka mengisi penuh tangki-tangki bensinnya sebelum kenaikan harga mulai diberlakukan Minggu ini.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Koboi Samas Akhirnya Ditangkap

Polisi menangkap penembak brutal di Pantai Samas. Solopos.com, BANTUL— Sempat jadi buron, pelaku penembakan terhadap wisatawan di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Minggu (15/10/2017), akhirnya tertangkap. Pelaku yang bernama Eko Dwi Prasetya, 34, warga Kulonprogo itu ditangkap oleh jajaran…