Minggu, 19 Desember 2010 23:11 WIB Sragen Share :

Harga cabai rawit di Sragen tembus Rp 52.000/kg

Sragen (Espos)–Harga cabai rawit di Pasar Bunder Sragen menembus Rp 52.000/kg sejak tiga hari terakhir. Meroketnya harga cabai rawit ini dipicu terbatasnya barang di pasaran.

Sebelumnya harga cabai rawit masih berkisar Rp 48.000/kg. Sementara harga cabai merah masih stabil sekitar Rp 35.000/kg. Seorang pedagang cabai di Pasar Bunder, Unyil, 30, saat ditemui Espos, Minggu (19/12), mengungkapkan naiknya harga cabai rawit serat ini paling tinggi pada tahun ini, yakni mencapai Rp 52.000/kg.

Dia mengaku kesulitan mendapatkan barang cabai rawit ini, karena beberapa daerah yang menjadi langganan pedagang belum panen. “Untuk mencari barang, kami harus ke Pasar Legi Solo. Upaya itu pun masih spekulasi. Biasanya kami memiliki stok sampai di atas satu kuintal. Namun sekarang stoknya tinggal 0,5 kg,” ujarnya.

Menurut dia, harga cabai rawit pada tiga hari lalu belum sampai setinggi sekarang, yakni masih kisaran Rp 48.000/kg. Naiknya harga cabai sekarang mencapai Rp 4.000/kg. Dia mengatakan yang paling terasa dampaknya justru bukan pedagang, melainkan para pelanggan warung makan dan sejenisnya yang mengandalkan sambal, seperti botok mercon, ada sambal dan seterusnya.

“Banyak para pelanggan yang kecewa datang ke kios ini, lantaran tidak memiliki barang. Saya berharap kondisi harga cabai bisa segera stabil, sehingga penjualannya juga enak,” ujar Unyil.

Hal senada disampaikan pedagang cabai lainnya, Tono, 32, saat dijumpai Espos, secara terpisah. Menurut dia, harga cabai rawit pada Minggu kemarin mulai ada penurunan, dari Rp 52.000/kg menjadi Rp 50.000/kg. Namun naik turunnya harga cabai, sambungnya, tergantung pada ketersediaan barang.

“Kalau barang langka kembali, kemungkinan besar harga akan naik kembali. Jadi tidak tentu, selalu dinamis. Beruntung saya bisa mendapatkan barang yang cukup banyak, sehingga pelanggan tidak banyak yang lari,” tukasnya.

trh

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…