Minggu, 19 Desember 2010 17:39 WIB Boyolali Share :

Akhir Desember, recovery pasca bencana Merapi dimulai

Boyolali (Espos)–Bupati Boyolali Seno Samodro memastikan masa recovery pasca bencana Merapi akan dimulai akhir Desember ini.

Meski demikian, masa recovery itu telah dimulai dengan sejumlah kegiatan diantaranya program padat karya, penggantian hewan ternak, penyaluran bantuan bibit sayuran dan penghijauan di tiga kecamatan di lereng Merapi yang masuk wilayah Boyolali.

“Program padat karya sudah dimulai beberapa pekan lalu dengan anggaran sekitar Rp 550 juta. Nantinya recovery itu akan dilakukan secara bertahap dan akan menyentuh pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana Merapi,” ujarnya kepada wartawan seusai pencanangan gerakan menaman satu miliar pohon di Joglo I Merapi Desa Lencoh, Selo, Sabtu (18/12).

Bupati menambahkan untuk pembangunan fisik nantinya menggunakan pembahasan anggaran APBD 2011. Direncanakan jika sesuai dengan jadwal yang ada, awal tahun 2011 akan dilakukan penyusunan detail engineering design (DED). Kemudian, jelas Bupati, awal April hingga Mei proses pembangunan infrastruktur dalam rangka recovery bencana Merapi bisa dimulai.

Selain pembangunan infrastruktur, Bupati menegaskan Boyolali juga telah memperoleh kucuran dana tanggap darurat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp 5 miliar. Dana itu terbagi dalam 50 paket dengan masing-masing paket senilai Rp 100 juta. “Dana itu digunakan untuk kegiatan desa binaan dalam budidaya ikan. Kami sudah meminta Desa Tlogolele, Selo memperoleh dua paket senilai RP 200 juta. Hal itu dikarenakan Tlogolele merupakan satu-satunya di Selo yang mempunyai sumber air yang cukup melimpah. Nantinya tergantung masyarakat akan budidaya ikan apa, bisa saja lele, gurame atau nila,” papar dia.

Sedang, sisanya, jelas Bupati, hal itu tergantung dari usulan masing-masing desa yang ada di wilayah Boyolali. Namun demikian, bantuan itu akan diberikan, jika daerah memiliki sumber air yang mencukupi untuk kegiatan budidaya ikan tawar.

fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…