Minggu, 19 Desember 2010 20:18 WIB Boyolali Share :

70 ekor sapi milik warga mulai diganti pemerintah

Boyolali (Espos)--Sebanyak 70 ekor dari sekitar 177 ekor sapi milik warga lereng Merapi yang mati akibat bencana Merapi sudah mendapatkan penggantian dari pemerintah.

Bupati Boyolali, Seno Samodro mengatakan penggantian hewan ternak warga lereng Merapi itu merupakan salah satu kegiatan awal dari masa recovery bencana Merapi. “Ini (penggantian hewan) merupakan rangkaian awal recovery bencana. Nantinya akan dilakukan pergantian bertahap kepada seluruh warga yang hewan ternaknya terutama sapi mati akibat Merapi,” ujarnya kepada wartawan di Lencoh, Selo, Sabtu (18/12).

Bupati menambahkan selain sapi, pihaknya juga akan memberikan bantuan bibit sayuran dan bibit tanaman untuk penghijauan di tiga kawasan yang berada di lereng Merapi, yakni Selo, Cepogo dan Musuk. Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) drh Dwi Priyatmoko mengatakan penggantian hewan ternak itu menelan biaya Rp 490 juta. Mekanisme penggantian itu dilakukan dengan cara dibelikan sapi sesuai dengan pendataan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Penggantian itu baru tahap awal. Masih ada sekitar 107 ekor sapi yang masih dalam taraf verifikasi. Kami masih menunggu kucuran dana dari pemerintah untuk penggantian tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Terpisah, Kabid Usaha Ternak Disnakan Ir Bambang Susilo mengatakan penggantian itu dilakukan kepada warga di tiga kecamatan yakni Selo, Musuk dan Cepogo. “Ternak yang diganti itu semuanya bukan terkena dampak langsung erupsi Merapi, tetapi ternak yang mati akibat ditinggal pemilik mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sehingga, sapi mengalami kelaparan karena tidak ada yang mengurusi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu.

Ditambahkan Bambang, nilai penggantian hewan ternak itu bervariasi, tergantung besar kecilnya sapi yang mati. Menurut Bambang, untuk pedhet atau anak sapi berkisar antara Rp 3,5 juta. Sedang sapi yang besar mencapai Rp 9 juta. “Sapi yang diganti itu tidak hanya sapi potong tetapi juga sapi perah,” tandas dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…