Sabtu, 18 Desember 2010 04:53 WIB Sragen Share :

Sumur dalam Bagor mangkrak 1,5 tahun

Sragen (Espos)–Bangunan sumur air dalam di Dukuh Bagor, Desa Bagor, Kecamatan Miri mangkrak selama sekitar 1,5 tahun terakhir.

Sumur dalam yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen tersebut tidak digunakan lantaran air yang didistribusikan tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan.

Warga Dukuh Bagor, Harjo menerangkan semula sumur dalam sempat berfungsi. Namun, air dari sumur tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan kurang dari 50% pelanggan yang tercatat sebanyak 100-an kepala keluarga (KK). Padahal, pelanggan telah mempersiapkan instalasi pipa air menuju rumah masing-masing.

“Semua rumah sudah pasang pipa air. Pipa air itu dibeli dengan uang pribadi masing-masing warga. Dulu sempat beroperasi, tapi akhirnya dihentikan karena air tidak merata ke semua pelanggan,” jelas Harjo, saat ditemui Espos, di kantor desa setempat Kamis (16/12).

Atas kondisi tersebut, Harjo kini kembali menggantungkan kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga pada air sumur miliknya. Sumur dengan kedalaman 16 meter tersebut saat ini masih bisa digunakan, kendati jumlah air dalam sumur pas-pasan.

Beruntung, musim kemarau di tahun ini nyaris tidak terasa, sehingga kebutuhan air warga setempat cukup dipenuhi dari sumur pribadi.

Warga lain, Ny Jasmo juga mengakui sumur dalam sudah tak berfungsi selama sekitar 1,5 tahun. Berbeda dengan Harjo, Ny Jasmo yang tinggal di kawasan yang lebih tinggi itu sengaja membuat sumur dengan kedalaman 25 meter, agar air tetap tersedia.

Menurut dia, sebelum lokasi sumur dalam proyek DPU Sragen ditetapkan, petugas telah mendapat masalah dalam mencari lokasi sumur dalam.

“Enam kali ganti lokasi, akhirnya ditetapkan di situ. Tapi setelah dioperasikan, semua warga pasang pipa, nyatanya air tidak mencukupi untuk semua pelanggan,” terang dia.

tsa

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…