Sabtu, 18 Desember 2010 12:21 WIB News Share :

Luberan minyak kapal bocor berhasil dilokalisir

Surabaya–Luberan minyak tumpah akibat bocornya kapal MV Traveller Biglift di Pelabuhan Tanjung Perak sudah berhasil dilokalisir.

Humas Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, A. Wachid mengatakan, upaya lokalisir yang dilakukan beberapa tim gabungan sudah berhasil setelah dikebut upaya penanganannya selama dua hari ini.

“Sekarang sudah selesai dan luberan minyak di laut sudah kami lokalisir. Ini berkat koordinasi dan kerjasama tim gabungan dari pelabuhan,” ujarnya, Sabtu (18/12).

Di samping itu, pihaknya juga sudah memberi obat yang bisa menetralisir minyak, sehingga tidak mengganggu perairan.

“Termasuk di perairan wilayah Armada Timur (Armatim). Sebab kalau angin nya mengarah kesana, maka akan berpengaruh. Tapi kami sudah menetralisir nya,” jelas Wachid.

Terkait nota protes melalui surat yang ditandatanganinya, nakhoda M Geenjar, pihaknya mengaku sudah menerima dan masih akan mempelajirinya terlebih dahulu. Sikap serupa juga disampaikan ke Pelindo III selaku pengelola jasa pelabuhan.

“Nota protes itu memang dilayangkan, salah satunya ke kami. Pasti ditanggapi dan akan dilakukan investigasi dulu tentang kebenaran kejadian,” paparnya.

Sebelumnya, terjadi insiden tepat di depan gudang 121 dermaga Jamrud Utara dan mengakibatkan lubang pada lambung kapal dengan diameter 15 cm pada Kamis (16/12).

Seketika itu juga, minyak bahan bakar yang diperkirakan sebanyak 200 ton di dalam tangki kapal berbobot sekitar 6.700 gwt itu mengucur deras hingga tumpah ke laut.

Konsorsium Lingkungan Hidup Indonesia (KLHI) Surabaya menganggap, kasus ini termasuk kategori pencemaran.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…