Sabtu, 18 Desember 2010 17:55 WIB Solo Share :

Isu teror, masyarakat diminta tak mudah terpancing

Solo (Espos)--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan adanya isu teror.

Imbauan itu sebagai sikap MUI dalam menanggapi rumor terorisme yang terkesan menyudutkan umat Islam dan adanya isu bom di beberapa tempat dan sejumlah gereja, termasuk di Kota Solo yang terjadi akhir-akhir ini.

MUI melihat isu teror itu antara lain bertujuan mengadu domba antarumat beragama.

Ketua MUI Kota Solo, Zaenal Arifin Adnan, saat menggelar jumpa wartawan di Kantor Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat (PPEU) MUI Kota Solo, Sabtu (18/12), mengemukakan rentetan peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, seperti bencana alam, hingga banjir rumor dan fitnah terhadap umat muslim di Indonesia, diakui sangat meresahkan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat muslim di Kota Solo dan sekitarnya juga merasa sangat tidak nyaman dengan adanya tindak kejahatan dan teror terhadap agama yang lain.

“Terutama temuan bom molotov serta isu adanya penembakan di gereja beberapa waktu lalu,” kata Zaenal.

sry

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…