Sabtu, 18 Desember 2010 06:33 WIB Sport Share :

Ferguson mengaku lega bertemu Marseille

Manchester – Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson mengaku lega undian 16 besar Liga Champions mempertemukan timnya dengan Olympique Marseille, bukan Inter Milan atau AC Milan. Meski begitu, ia menilai Marseille bukannya tak mampu menyingkirkan “Setan Merah”.

MU pernah bertemu Marseille di Liga Champions 1999-2000. Saat itu, mereka menang 2-1 di kandang dan menyerah 0-1 pada partai tandang. Menurut Ferguson, bila terlalu percaya diri, MU bisa dihukum Marseille lagi.

“Saya ingat pertandingan itu dengan baik. Kami menang 2-1 di Old Trafford dan kalah 0-1 di sana (Stade Velodrome),” ujar Ferguson.

“Setiap orang berpikir kami mungkin bertemu salah satu tim dari Milan karena kami menghadai mereka cukup sering dalam beberapa musim terakhir. Namun, kami bertemu Marseille,” katanya.

“Marseille berbahaya di kandang mereka. Atmosfer stadion dan dukungan suporter yang fantastis menjamin itu. Mereka memiliki peruntungan bagus dalam dua atau tiga musim terakhir. Saya pikir, ini akan menjadi pertandingan sulit,” papar dia.

“(Mantan pemain Chelsea) Didier Deschamps adalah pelatih mereka dan mereka juga memiliki mantan pemain kami, yaitu Gabriel Heinze. Merupakan hal menarik bertemu dirinya (Heinze) lagi,” terangnya. Kompas.com

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…