Sabtu, 18 Desember 2010 13:46 WIB News Share :

Bola Dunia raksasa dipanggul buruh migran

Jakarta–Lima orang buruh migran terpincang-pincang karena kakinya dirantai mengusung bola dunia raksasa setinggi dua meter. Mereka membawa logo penindasan dunia terhadap ribuan buruh migran sepanjang Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Penindasan tak cuma itu saja. Mereka masih harus ditendang, disiksa dan dipukuli oleh pria berjas yang menyimbolkan para penguasa. Teatrikal tersebut adalah simbolisasi penindasan terhadap buruh migran dalam rangka Hari Buruh Migran Internasional yang pada hari ini, Sabtu, (18/12).

“Kami mendesak pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat, untuk memprioritaskan membangun sistem perlindungan yang efektif untuk buruh migran Indonesia, dan untuk Pekerja Rumah Tangga baik yang ada di dalam negeri mau pun di luar negeri,” kata koordinator aksi, Akbar.

Aksi yang diikuti puluhan elemen seperti Aliansi Rakyat untuk Ratifikasi Konvensi Migran 1990(Arrak 1990) dan Jaringan Revisi UU PPTKLN (Jari PPTKLN) berlangsung damai. Sepanjang perjalanan, para orator bergantian menyuarakan aspirasi buruh migran dan PRT sedunia.

“Globalisasi tidak membuat keadaan PRT di dalam dan di luar negeri lebih baik, malahan justru membuka jalan perdagangan manusia,” tegas Akbar.

Mereka juga membentangkan spanduk penolakan komersialisasi buruh migran serta poster-poster kecil menolak penindasan buruh migran. Aksi ini menarik perhatian masyarakat yang kebetulan melintasi Jalan MH Thamrin.

“Untuk itu, kami menuntut Pemerintah dan DPR untuk segera mengambil langkah konkrit untuk menghapuskan perbudakan PRT dan Buruh Migran dengan meratifikasi Konvensi Perlindungan Hak Semua Buruh Migran dan Anggota Keluarganya dan percepat pembahasan revisi UU 39/2004 tentang PPTKLN dengan mengadopsi prinsip-prinsip perlindungan hak-hak buruh migran sesuai dengan ketentuan Konvensi-konvensi internasional,” tutup orator lainnya, Lili Pujiati.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…