Jumat, 17 Desember 2010 12:44 WIB News Share :

Pemred Mingguan Pelangi ditemukan tewas dengan sejumlah luka

Pemred Mingguan Pelangi ditemukan tewas dengan sejumlah luka

Jakarta–Pemimpin Redaksi Mingguan Pelangi yang beredar di Maluku, Alfrets Mirulewan, ditemukan tewas dengan luka di beberapa bagian tubuhnya pada Jumat (17/12) dinihari tadi.

Sebelumnya dia diketahui usai melakukan liputan investigasi terkait dugaan perputaran minyak ilegal di Pelabuhan Wonreli, Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Ditemukan dinihari tadi di Pantai Kisar (Kabupaten Maluku Barat Daya), diduga dibunuh. Saat ini jenazah almarhum tengah diotopsi. Namun yang jelas, di tubuh almarhum ditemukan beberapa luka di antaranya memar,” ujar Koordinator Maluku Media Center, Insany Syahbarwaty, Jumat siang.

Menurut Insany, keberadaan Alfrets tidak diketahui sejak Selasa (14/12) lalu. Pada hari itu Alfrets dan salah seorang rekannya dari Pelangi, Leksi Kikilay, melakukan liputan investigasi untuk mengusut adanya olegal oil di Pelabuhan Wonreli.

“Saat itu almarhum membuntuti sebuah mobil yang diduga akan melakukan transaksi gelap. Mobil tersebut mobil polisi,” demikian Insany mengisahkan keterangan yang didapatnya dari Leksi.

“Alfrets lantas sempat beradu mulut dengan salah seorang oknum yang dibuntutinya itu,” sambung Insany.

Setelah melakukan investigasi, Alfrets lantas mengantar Leksi ke pulang rumahnya. “Itu merupakan saat terakhir almarhum diketahui keberadaanya,” ujar Insany.

Pihak keluarga sebelumnya sama sekali tidak menyangka Alfrets akan meninggal dengan kondisi seperti itu. Sebelumnya sempat muncul pula dugaan Alfrets pulang ke Ambon.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…