Jumat, 17 Desember 2010 14:53 WIB News Share :

Panitia Kerja MDGs DPR RI adakan kunjungan ke Jawa Timur

Jakarta (Espos)--Panitia Kerja (Paja) MDGs (Millennium Development Goals atau Tujuan-tujuan Pembangunan Milenium) DPR RI mengadakan kunjungan lapangan ke Malang Raya pada tanggal 13-16 Desember 2010. Delegasi dipimpin oleh Ketua Panja MDGs DPR RI sekaligus Wakil Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) DPR RI, Dr. Nurhayati Ali Assegaf.

Anggota delegasi terdiri dari anggota Panja MDGs lintas fraksi dan komisi: Dr. Abdurrahman Abdullah (F-PD/Komisi VI), Ir. Azam Azman Natawijana (F-PD/Komisi VI), Drs. Enggartiasto Lukita (F-PG/Komisi I), Muhammad Oheo Sinapoy (F-PG/Komisi VIII), Herlini Amran (F-PKS/Komisi VIII), Drs. Al-Muzammil Yusuf (F-PKS/Komisi II), Ahmad Mumtaz Rais, SE (F-PAN/Komisi VI), Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, M,Si (F-Hanura/Komisi I), dan Evita Nursanty (F-PDIP/Komisi I).

“Kunjungan ini merupakan salah satu program penting Panitia Kerja MDGs DPR RI dan bertujuan untuk memetakan pencapaian MDGs beserta kendalanya di daerah,” ujar Nurhayati seusai rapat dengar pendapat dengan Wakil Gubenur Provinsi Jawa Timur, Saifullah Yusuf, di kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Rabu, 15/12). Menurut Nurhayati, kunjungan lapangan ini sebagai bentuk implementasi fungsi pengawasan DPR RI terhadap program-program MDGs yang dicanangkan pemerintah.

“Kita tidak ingin melihat pencapaian MDGs hanya melalui angka-angka yang tertulis di buku laporan rutin MDGs saja, melainkan juga ingin melihat langsung realitas di lapangan,” tegas Nurhayati.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Saifullah menjelaskan bahwa dalam kaitannya dengan goal pertama MDGs yaitu memberantas kemiskinan, pihaknya telah menjalankan program Jalin Kesra yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dengan sasaran Rumah Tangga Sangat Miskin yang berjumlah 493.004. “Program Jalin Kesra ini akan kami laksanakan hingga tahun 2014,” ujar Saifullah.

Sebelumnya, delegasi DPR RI juga mengadakan rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang (Senin, 13/12), Pemerintah Kabupaten Malang dan DPRD Kabupaten Malang (Selasa, 14/12), serta dengan Pemerintah Kota Batu (Selasa, 14/12).

Dalam rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kota Malang, Walikota Malang, Peni Suparto mengatakan bahwa terkait dengan peningkatan pelayanan kesehatan yang tercakup dalam goal keempat, kelima, dan keenam, pemerintah kota Malang telah melaksanakan program pengobatan gratis ke setiap kelurahan dengan jumlah pasien mencapai 700 orang. Dalam kaitannya dengan goal kedua MDGs yaitu mencapaian pendidikan dasar untuk semua, pihaknya bersama DPRD Kota Malang telah sepakat untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 32% dari total APBD.

Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Bupati Malang, Rendra Kresna menyadari bahwa pengentasan kemiskinan adalah tantangan terberat yang dihadapi di daerahnya. Rendra mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur perlu lebih dikembangkan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang pada gilirannya akan membantu mengentaskan kemiskinan. Rendra juga berharap kepada delegasi DPR RI agar turut membantu dalam peyusunan produk legislasi yang dapat semakin mempermudah masuknya para investor ke daerah.

Walikota Batu, Edi Rumpoko, dalam kesempatan rapat dengar pendapat dengan delegasi DPR RI menjelaskan bahwa Batu memiliki potensi yang besar sebagai kota wisata. Selain itu Batu juga dikenal memiliki potensi yang bagus di bidang pertanian. Edi mengakui bahwa jajarannya masih harus bekerjakeras untuk mencapai tujuan-tujuan MDGs, terutama pengentasan kemiskinan. Namun demikian, Edi optimis dengan potensi wisata dan pertanian yang dimiliki kota Batu, pihaknya akan dapat lebih banyak menarik para investor sehingga pada perkembangannya akan dapat membantu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan.

tya/*

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…