Jumat, 17 Desember 2010 13:41 WIB News Share :

MA resmikan tiga pengadilan baru Tipikor

Surabaya–Upaya pemberantasan korupsi, kini semakin menjangkau ke daerah. Tiga pengadilan baru Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) resmi dibuka Mahkamah Agung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Semarang dan Bandung.

“Peresmian ini adalah tahap I dari pendirian pengadilan Tipikor di luar Jakarta,” kata Ketua MA Harifin A Tumpa dalam sambutannya dalam peresmian gedung Tipikor wilayah hukum Surabaya, Bandung dan Semarang di PN Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, Jumat (17/12).

Harifin menjelaskan, pengadilan Tipikor ini akan diisi oleh hakim ad hoc dan hakim karir. Pengadilan Tipikor Surabaya akan menangani sidang di wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam pembangunannya, jelas Harifin, terdapat beberapa kesulitan sehingga belum semua pengadilan Tipikor bisa dibangun di daerah-daerah. Kesulitan itu yakni anggaran yang sangat terbatas dan sulitnya mencari hakim ad hoc.

“Selain anggaran yg terbatas, juga sulit mencari hakim ad hoc,” tambahnya.

Harifin menjelaskan, dari 300 hakim yang mendaftar sebagai hakim ad hoc, yang lulus hanya 26 orang. Yakni 18 hakim tingkat pertama, 4 hakim tingkat banding dan 4 hakim tingkat kasasi. Sedangkan untuk seleksi tahap II yang dilakukan November kemarin, dari 280 pendaftar yang lulus hanya 82 orang. Yakni 56 hakim tingkat pertama dan 26 tingkat banding.

Pengadilan tipikor ini untuk sekarang masih menyatu dengan PN. Namun untuk ke depannya diharapkan sudah memiliki gedung sendiri. Dengan adanya pengadilan tipikor di daerah diharapkan bisa mengurangi kasus yang masuk ke pengadilan Tipikor pusat. Selain itu penanganan kasus di daerah menjadi lebih mudah.

Sementara Humas PN Surabaya Ade Komarudin mengatakan pengadilan Tipikor Surabaya akan diisi 13 hakim yakni 7 hakim karir, 6 hakim ad hoc dan 8 panitera. 7 Hakim karir tersebut berasal dari 4 hakim asal Surabaya dan 1 hakim asal Sidoarjo, 1 hakim asal Mojokerto dan 1 hakim asal Gresik.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…