Jumat, 17 Desember 2010 22:05 WIB Sukoharjo Share :

Langka, harga elpiji 3 kg tembus Rp 17.000

Sukoharjo (Espos)--Sejumlah warga mengeluhkan kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram di Kecamatan Sukoharjo dan Tawangsari. Harga elpiji di pengecer yang semula Rp 15.000/tabung kini menembus Rp 17.000/tabung.

Joko Yunianto, 50, warga Pandeyan RT 2/RW III, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo kepada Espos, Jumat (17/12), mengungkapkan kelangkaan elpiji ukuran 3 kg di Kecamatan Sukoharjo sudah terjadi sekitar empat hari lalu. Kelangkaan itu, menyebabkan sejumlah warga khususnya rumah tangga kesulitan mendapatkan barang bersubsidi tersebut karena persediaan di sejumlah pengecer kosong.

“Sudah cari ke beberapa toko, tapi kosong. Harganya juga naik. Dua hari lalu masih Rp 16.000, tapi kini sudah sampai Rp 16.500 untuk satu tabung 3 kg. Bahkan sejumlah pengecer sudah mulai menjual dengan harga Rp 17.000/tabung,” beber Joko.

Lonjakan harga elpiji itu, juga terjadi di wilayah Kecamatan Tawangsari. Salah seorang warga Desa Grajegan, Tawangsari, Dwijo mengatakan harga elpiji di daerahnya tersebut sudah menembus angka Rp 17.000/tabung. Masyarakat setempat mulai mengeluh atas kenaikan harga barang bersubsidi itu.

Joko Yunianto menambahkan, karena kesulitan mendapatkan elpiji, sebagian warga akhirnya memilih menggunakan bahan bakar alternatif untuk memasak. Misalkan, imbuhnya, dengan  menggunakan kayu bakar atau kompor minyak tanah.

Karyawan pangkalan elpiji Hima Waskita, Carikan, Sukoharjo, Andri mengatakan harga elpiji yang diambil dari pangkalan ke pengecer tidak mengalami kenaikan, yaitu Rp 12.750/tabung. Untuk masalah kelangkaan itu sendiri, Andri tidak bisa mengetahui penyebabnya secara pasti.

“Mungkin kebutuhannya yang meningkat, tapi kuotanya tetap. Untuk kiriman dari SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) ke pangkalan sini yaitu tetap 560 tabung per hari. Kalau dilihat-lihat, kuotanya memang lebih sedikit dari permintaan atau kebutuhan di masyarakat,” terang Andri.

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan di Sukoharjo, Kingkin menerangkan, pasukan elpiji ke pangkalan sudah sejak lama dikurangi. Pasokan ke pangkalan miliknya yang awalnya 150 tabung dibatasi menjadi 40 tabung.

“Kalau lagi sulit begini harganya bisa sampai Rp 15.000/tabung, padahal kalau normal Cuma Rp 14.000/tabung. Bahkan saya dengar di pangkalan lain, bisa sampai Rp 17.000/tabung,” pungkas Kingkin.


hkt

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…