Jumat, 17 Desember 2010 14:20 WIB News Share :

Kerangka manusia ditemukan di gedung Bank Mega

Jakarta–Dua kerangka ditemukan di gedung Bank Mega, di kawasan Kota Tua, Jalan Pintu Besar Utara No 31-33 Fatahilah, Tamansari, Jakarta Barat. Kerangka tersebut diduga sisa-sisa peninggalan zaman Belanda.

“Kemungkinan peninggalan zaman Belanda karena itu kan kawasan kota tua,” kata Kapolsek Tamansari AKBP Aloysius Supriadi saat dihubungi wartawan, Jumat (17/12).

Aloysius memastikan jika kerangka tersebut bukan korban kejahatan. Pasalnya, dari kerangka yang ditemukan itu ada yang sudah tidak utuh. “Sudah keropos,” katanya.

Polisi belum bisa memastikan usia kerangka yang ditemukan tersebut. “Kalau dilihat keroposnya, diperkirakan sudah ratusan tahun,” katanya.

Aloysius mengungkapkan, kerangka tersebut ditemukan pada Rabu (15/12) lalu oleh petugas galian. Saat itu, petugas galian hendak menggali septic tank di bank tersebut.

Setelah penggalian lubang mencapai kedalaman 80 sampai 100 centimeter, penggalian terhenti. Penggali septic tank menemukan benda keras saat menggali lubang tersebut. “Setelah diperdalam, ternyata ada potongan tengkorak,” katanya.

Karena sudah sore, penggalian kemudian dihentikan. Belum sempat kerangka tersebut dikeluarkan, salah seorang tukang gali mengalami kesurupan. “Tukang gali itu mengocehnya pakai bahasa Belanda. Mungkin kemasukan roh orang Belanda,” ujarnya.

Tidak ada yang tahu apa yang diinginkan roh yang merasuki tukang gali itu. Hingga didatangkan orang pintar, tukang gali asal Pandeglang itu baru terlepas dari arwah tersebut.

Penggalian kemudian dilanjutkan pada Kamis (16/12) pagi. Setelah memperdalam galian, penggali menemukan kerangka tubuh manusia beserta tengkoraknya. “Ada dua kerangka. Yang satu utuh, yang satu tidak,” katanya.

Kerangka tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan otopsi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…