Jumat, 17 Desember 2010 13:22 WIB Sragen Share :

Jasad siswa SD kalap akhirnya ditemukan

Sragen (Espos)–Jasad SD warga Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Nanda Bayu Sapto Aji, 10, yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Rabu (15/12), akhirnya ditemukan Kamis (16/12) sekitar pukul 17.30 WIB, atau sekitar 29 jam setelah tenggelam.

Jasad Nanda ditemukan tim pencari di tepi Sungai Bengawan Solo, yang masuk wilayah Desa Gentanbanaran, Plupuh, sekitar 500 meter dari lokasi Nanda dikabarkan tenggelam. Anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Sragen, Artha, kepada Espos, Jumat (17/12), menerangkan tim pencari yang melakukan penyisiran menemukan korban tewas dalam kondisi mengambang di permukaan sungai. Setelah dievakuasi, jasad korban lantas diperiksa oleh pihak Polsek Plupuh. “Tubuh korban ditemukan dalam keadaan mengambang dengan kondisi tubuh menggembung,” jelas Artha.

Seperti diberitakan, korban Nanda tenggelam saat asyik bermain dengan tiga kawan seumuran, di Sungai Bengawan Solo, Rabu (15/12). Setelah bermain bola, mereka berenang di tepi sungai. Malang nasib Nanda, sebab arus sungai yang deras membawa tubuhnya. Kawan-kawannya, bernama Arman, 10 dan Ahmad, 10, mencoba menolong namun sia-sia. Tubuh Nanda hilang dan baru ditemukan sekitar 29 jam setelah hilang.

tsa

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…