Jumat, 17 Desember 2010 20:32 WIB Solo Share :

Hati-hati, obat nyamuk nonalam berbahaya

Solo (Espos)--Jajaran Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengimbau agar masyarakat mengurangi pemakaian obat pengusir nyamuk yang mengandung banyak bahan beracun pestisida. Bahan tersebut jika dipakai dalam waktu lama akan membahayakan kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih saat menggelar dialog interaktif mengenai seputar kesehatan di Aula Kantor Kelurahan Joyosuran, Jumat (17/12) pagi.

“Bayi jangan diolesi obat nyamuk yang mengandung racun. Bagaimana kalau dijilat, itu kan mengandung pestisida,” paparnya dihadapan ratusan kader kesehatan kelurahan dan warga sekitar.

Siti juga mengimbau agar masyarakat lebih memilih bahan pengusir nyamuk alami yang lebih aman dan hemat. “Bisa pakai serai, kemangi atau lavender. Bahan ini tidak berbahaya,” ujarnya.

Dalam dialog itu, ada beberapa peserta yang menanyakan mengenai perbedaan vaksin imunisasi di rumah sakit maupun di Puskesmas. Siti menegaskan tidak ada perbedaan vaksin.

“Itu sama. Saya yang bawa dari semarang barangnya sama. Nanti kalau ada RS swasta yang bilang imunisasi di Puskesmas membuat anak panas dan di RS tidak, bisa-bisa saya cabut izinnya,” katanya.

Sebelum menggelar dialog interaktif, rombongan dari Puskesmas Gajahan beserta kader kesehatan kelurahan setempat mengadakan tinjauan lingkungan ke beberapa lokasi. Beberapa yang dicek di antaranya aktivitas warga mengenai pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Balita kekurangan gizi dan penderita TBC.

Siti mengakui kesadaran masyarakat untuk melakukan program PSN perlu ditingkatkan. Pasalnya, ia masih banyak menemukan jentik nyamuk di rumah warga.

Dalam kesempatan itu Siti juga menyosialisasikan PKMS dan berharap warga yang miskin segera mengurus PKMS jenis gold dan tidak perlu menunggu hingga sakit. “Syaratnya mudah, KTP dan KK asli dan keterangan dari RT setempat dan datang langsung,” paparnya.

aha

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…