Jumat, 17 Desember 2010 15:42 WIB Boyolali Share :

Dibakar cemburu, kakek 79 tahun bunuh istri

Boyolali (Espos)–Seorang kakek, Sugito alias Sujud, 79, warga Dukuh/Desa Bantengan, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, tega membunuh isterinya, Suliyem 69,  hanya karena dibakar cemburu mendengar kabar isterinya selingkuh dengan pria idaman lain (PIL).

Akibatnya, Sugito, Jumat (17/12), harus mendekam di tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah polisi memeriksa tersangka sejak Kamis malam (16/12).

Sebelum melakukan pembunuhan, Sugito sempat mengajak, Suliyem yang dinikahi setahun lalu, ke rumah saudaranya di Wonosegoro. Keduanya berangkat dengan berjalan kaki, Rabu (15/12).

Tujuan tersangka mengajak isterinya, agar korban bisa dititipkan ke rumah saudara lainnya di Jatisrono, Wonogiri. Diharapkan agar sang isteri tak bisa selingkuh lagi. Usai bertemu saudaranya di Wonosegoro, keduanya kemudian pulang dengan berjalan kaki.

Namun karena sudah sore, Sugito memutuskan untuk menginap di saudaranya yang lan di Desa Ketoyan, Wonosegoro. baru Kamis siang (17/12), keduanya pulang jalan kaki. Di tengah perjalanan, tersangka membelokkan arah menuju pegunungan Kendeng, Desa Karangjati, Wonosegoro.

Tersangka sempat menanyai korban, sebelum akhirnya terlibat pertengkaran hingga terangka kemudian mencekik leher istrinya. Usai menghabisi nyawa istrinya, tersangka kemudian berteriak meminta tolong.

Kepada warga yang datang ke lokasi, tersangka mengatakan isterinya terjatuh dari lereng. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Wonosegoro.

“Saat polisi melakukan pemeriksaan dan olah TKP, ada hal-hal yang mencurigakan, seperti di leher ada bekas cekikan. Sehingga kami lakukan pemeriksaan intensif, akhirnya kami tetapkan Sugito sebagai tersangka pembunuhan Suliyem. Tersangka kita jerat dengan pasal 338 KUHP,” tegas Kapolsek Wonosegoro AKP Achmad Nadiri mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib.

fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…