Lelang DAK batal digelar

Klaten (Espos)--Dana alokasi khusus (DAK) pendidikan Klaten tahun 2010 senilai Rp 39 miliar terpaksa ditarik ke kas daerah.

Penyebabnya, proses lelang untuk pengadaan barang jenis peningkatan mutu pendidikan tersebut dibatalkan lantaran tak satupun rekanan yang memenuhi persyaratan.

“Dana saat ini disimpan di kas daerah. Sebab, tak satupun rekanan yang memenuhi syarat,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Klaten, Sunardi ketika ditemui Espos seusai memimpin rapat bersama Dewan Pendidikan di Klaten, Rabu (15/12).

Pembatalan proses lelang tersebut, menurut Sunardi memang berdampak pada sekolah-sekolah yang telah dijadwalkan akan menerima sarana peningkatan mutu pendidikan.

Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan pada tahun 2011 nanti proses lelang akan kembali terwujud.

“Panitia lelang sudah memberikan sejumlah catatatan kepada rekanan terkait apa saja kekurangnnya. Harapannya, tahun 2011 nanti proses lelang bisa digelar atau istilahnya peluncuran,” paparnya.

Ditargetkan, proses lelang pengadaan barang peningkatan mutu pendidikan tersebut bisa digelar setelah APBD 2011 digedok. Saat ini, lanjutnya, para rekanan yang akan ikut dalam proses pelelangan diharapkan bisa berbenah.
“Meski dilelang tahun 2011, namun sasarannya tetap seperti yang diajukan tahun 2010 lalu. Jadi, tak akan ada penerima DAK dobel,” terangnya.

Salah satu peserta lelang, Supomo mengaku kesulitan memenuhi persayaratan mutu barang yang telah distandarkan itu. Sejumlah persyaratan itu antara lain buku-buku yang disediakan harus dari sejumlah percetakan yang telah mendapatkan sertifikat kelayakan.

asa

Editor: | dalam: Klaten |

1 Komentar pada “Lelang DAK batal digelar”

  1. Edy Purwono
    16 Desember 2010 pukul 21:10

    Kami, sebagai salah satu rekanan yang ikut dalam pelelangan buku perpustakaan DAK Klaten yang gagal, belum mendapat kejelasan alasan gagalnya lelang tersebut. Yang jelas, persyaratan dokumen kami sudah memenuhi syarat ketika penawaran kami dibuka. Ada sekitar lima rekanan yang memenuhi syarat yang seharusnya dievaluasi lebih detail oleh panitia. Tetapi, validasi dan verifikasi tidak dilakukan oleh panitia. Mereka hanya memberi penjelasan via surat yang mengatakan bahwa lelang gagal, tanpa alasan. Ketika kami tanyakan alasan gagalnya lelang, panitia menjawab bahwa lelang gagal karena peserta lelang tidak ada yang menawarkan Buku Undang-Undang & Peraturan, Buku Statistik Daerah, dan Buku Telepon. Alasan ini sangat tidak logis karena RKS dan Berita Acara Aanwijzing tidak menyebutkan adanya ketiga jenis buku itu. Bisa dikatakan bahwa DAK Klaten TIDAK MEMBUTUHKAN ketiga buku itu. Mengapa itu menjadi alasan pembatalan lelang? Panitia harus memutar otak untuk mencari kesalahan rekanan agar bisa dijadikan alasan untuk membatalkan lelang. Surat sudah kami layangkan seminggu lalu, namun sampai sekarang panitia belum menjawab surat kami. Sehingga kami belum tahu alasan yang sebenarnya gagalnya lelang.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »