Rabu, 15 Desember 2010 18:53 WIB Boyolali Share :

Warga Tumang swadaya perbaiki saluran air

Boyolali (Espos)–Kebutuhan air bersih yang tak dapat ditunda memaksa warga Dusun Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali membenahi sendiri saluran air bersih mereka yang rusak akibat bencana Gunung Merapi, sejak Minggu (12/12). Selama ini kebutuhan air bersih dipasok menggunakan mobil tangki yang dipinjam secara swadaya oleh warga.

Namun lama-kelamaan biaya operasional untuk pengambilan air dirasa memberatkan. Warga pun memutuskan untuk memperbaiki sendiri saluran air bersih mereka lantaran sadar mereka tak bisa mengandalkan bantuan Pemkab Boyolali.

Sebelum bencana Merapi, air bersih yang digunakan warga Dusun Tumang bersumber pada mata air di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo. Air tersebut dialirkan menggunakan pipa sepanjang kurang lebih 600-an meter sebelum akhirnya menyebar ke rumah warga.

Ketua Paguyuban Pengguna Air Kecamatan Cepogo, Mawardi, mengutarakan saluran air bersih yang dimanfaatkan oleh 26 kelompok masyarakat dan bersumber pada mata air Wonodoyo itu putus total akibat banjir lahar dingin. Data-data kerusakan saluran air bersih tersebut sudah disampaikan berikut permohonan bantuan kepada Pemkab.

“Namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Kami sadar, Pemkab tidak bisa serta merta mengucurkan bantuan karena yang dibantu juga banyak,” papar dia saat ditemui Espos di lokasi perbaikan pipa saluran air bersih di dekat jembatan Kali Gandul, Desa Sukabumi, Cepogo, Rabu (15/12).

Menurut pria lebih akrab disapa Dipo ini mengatakan perbaikan saluran tersebut akhirnya bergantung pada inisiatif masing-masing kelompok yang berasal dari berbagai desa di Cepogo seperti Sukabumi, Cepogo, Gedangan, Sumbung, Kembangkuning dan Gubug.

Bagi warga Dusun Tumang yang jumlahnya mencapai 7000-an jiwa, jelas Dipo, tak bisa lagi mengandalakan pasokan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki. Selain biayanya mahal, sekitar Rp 1 juta/hari, juga kapasitasnya kurang mencukupi.

“Kami secara swadaya mengadakan 150-an pipa untuk mengalirkan air dari Wonodoyo. Total biayanya sekitar Rp 20 juta. Ini hanya untuk kelompok penggunan di Dusun Tumang saja,” jelas dia. Pekerjaan perbaikan saluran air bersih ini diperkirakan membutuhkan waktu hingga sepekan.

Sementara itu kepada Dusun Wonodoyo 3, Mujab, mengatakan pihaknya sejauh ini masih mengandalkan air hujan untuk mencukupi kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK). Persoalan muncul begitu hujan yang biasanya turun tiap siang hingga sore, dalam beberapa hari belakangan tidak. “Wilayah kami tidak bisa dimasuki mobil tangki lantaran jembatan Kali Gandul putus,” pungkasnya.

kha

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…