Rabu, 15 Desember 2010 12:35 WIB News Share :

Tolak revisi UU Tenaga Kerja, ribuan buruh kepung DPR

Jakarta–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menolak rencana revisi UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Untuk mewujudkan tuntutannya, ribuan buruh ini pun mengepung Gedung DPR.

Pantauan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/12), ribuan buruh ini sudah menutup Jl Gatot Subroto arah Grogol tepat di depan Gedung DPR. Praktis pengendara bermotor yang biasa melintas di jalan protokol itu pun tidak bisa lewat.

Demonstran awalnya long march dari Hotel Sultan menuju DPR. Ada juga yang menumpangi Metro Mini, bus, dan truk. Masing-masing dari mereka mengenakan seragam buruh dari organisasinya. Demonstran dari SPSI mengenakan baju seragam biru merah. Sedangkan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengenakan baju biru muda.

Demonstran juga membawa spanduk raksasa bertuliskan ‘Wujudkan pekerjaan yang layak dan adil di Indonesia. Tuntutannya hapus revisi UU No 13 tahun 2003 dari daftar prolegnas tahun 2011, tekad kami bangkit bersama berjuang melawan penindasan’.

Spanduk raksasa itu lalu dipasang di pagar Gedung DPR. Beberapa demonstran memanjat pagar gedung untuk mengikatkan spanduk tersebut.

Sementara itu ratusan polisi sejak pagi sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi. Mobil kawat berduri juga sudah disiapkan di luar Gedung DPR. Begitu juga dengan mobil watercannon sudah terparkir di halaman dalam Gedung DPR.

Massa buruh mulai berdatangan terus ke Gedung DPR. Massa yang tadinya hanya menutupi satu gerbang Gedung DPR, kini sudah memenuhi dua pintu gerbang Gedung DPR.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…