Rabu, 15 Desember 2010 13:15 WIB News Share :

Tim Investigasi MK serahkan laporan ke KPK

Jakarta–Tim investigasi Mahkamah Konstitusi  (MK) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/12) siang untuk menyerahkan hasil laporan tim.

Anggota tim investigasi Bambang Widjojanto memastikan kedatangan mereka justru untuk mendorong KPK untuk mengusut tuntas dugaan suap di MK.

“Kedatangan tim justru untuk mendukung KPK. Karena hasil rekomendasinya kan demikian,” ujar Bambang kepada wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/11).

Sebelumnya Ketua tim investigasi Refly Harun mengatakan bahwa kedatangan tim ini untuk menyerahkan laporan karena menurutnya yang diserahkan pihak MK sebelumnya hanya berisi pengaduan terhadap dirinya dan Bupati Simalungun, JR Saragih.

Bambang menjelaskan dirinya telah melakukan pengecekan ke MK untuk memastikan apakah hasil rekomendasi tim investigasi sudah diteruskan ke KPK. “Ya ini concern saja dari kami sebagai mantan anggota tim,” ujarnya.

Selain Bambang, anggota tim investigasi yang lain yaitu Adnan Buyung Nasution, Bambang Harimurti, Saldi Isra dan Refly Harun juga telah tiba di Kantor KPK. Namun mereka menolak berbicara panjang lebar mengenai apa maksud kedatangan mereka selain menyerahkan hasil laporan tim.

Seperti diketahui, pengaduan dari MK yang merupakan tindak lanjut dari laporan tim investigasi di MK ini, disebutkan,  di balik kemenangan Bupati Simalungun JR Saragih dan wakilnya Nuriaty Damanik pada 24 September 2010 silam, pasangan
tersebut mencoba menyuap hakim MK.

Di samping itu, berdasarkan laporan tim investigasi, isu dugaan suap yang menghantam MK ini juga menyeret nama panitera pengganti Makhfud. Ia disebut-sebut menerima suap berupa sertifikat tanah dan uang Rp 58 juta dalam perkara mantan calon Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud. Untuk diketahui, Refly juga merupakan kuasa hukum dari Dirwan.

Yang menarik adalah anak Hakim MK Arsyad Sanusi, Neshawati Arsyad disebut-sebut sebagai pihak yang menjembatani aliran dana dari Dirwan ke Makhfud. Bagaimana Neshawati dan Dirwan dapat bertemu, karena diperkenalkan oleh Zaimar yang merupakan ipar
dari hakim Arsyad. Neshawati sudah membantah terlibat dugaan penyuapan itu.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…