Rabu, 15 Desember 2010 11:01 WIB News Share :

Pos Indonesia gelar lomba foto 'Perekat Bangsa'

Bandung–PT Pos Indonesia menggelar program “Photo Contest 2010” dengan tema “Pos Indonesia Perekat Bangsa”   dalam rangka memberikan edukasi tentang pelayanan pos kepada masyarakat.

“Foto bukan sekedar dokumen saja, namun juga sebagai edukasi kepada masyarakat. Foto tidak berhenti sebagai dokumentasi namun menerangkan sejarah dan peristiwa kepada setiap generasi,” kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Pos Indonesia Setyo Riyanto di Bandung, Rabu (15/12).

Sedikitnya 500 kelompok forografi di Indonesia akan ambil bagian pada kegiatan Pos Indonesia Photo Contest 2010 itu. BUMN bidang logistik itu bekerja sama dengan Air Photographi Communications.

Lomba fotografi tingkat nasional ini merupakan program kelima yang dilaksanakan PT Pos Indonesia setiap tahunnya, sejak tahun 2006.

Menurut Setyo, fotografi yang salah satu fungsinya adalah pencitraan, Pos meyakini bahwa fotografi merupakan media komunikasi yang secara positif memberi edukasi kepada masyarakat luas.

“Melalui visual fotografi yang mudah dicerna oleh masyarakat, pesan dan citra Pos dapat disampaikan secara jelas dimana pos menjadi bagian merekat identitas kebangsaan,” kata Setyo.

Sementara itu, Galih Sedayu dari Air Photography Communications menyebutkan obyek foto merupakan segala aktivitas Pos Indonesia di seluruh peloksok tanah air. Ia menyebutkan tiga utama yang menjadi fokus pelayanan PT Pos yakni pelayanan surat menyurat, pelayanan pengirim logistik dan layanan keuangan.

“Foto yang dihasilkan harus mencerminkan Pos Indonesia ada di mana-mana, Pos untuk semua dan Pos melayani masyarakat di Tanah Air,” kata Galih.

Terutama sekali, kata dia, memotret aktivitas Pos Indonesia dari Sabang sampai Merauke hingga ke seluruh peloksok terluar yang menjadi beranda depan Nusantara.

Pos berfungsi menyatukan bangsa, membuka keterisoliran daerah dengan segala implikasinya sekaligus menjadi “keyfactor” yang berperan dalam membangun ketahanan nasional dari berbagai aspek. Untuk alasan yang strategis itu Pos Indonesia hadir di seluruh peloksok Tanah Air.

“Jumlah foto yang dikirim bebas dengan ukuran 25X30 centimeter, boleh olah digital namun tidak mengurangi atau menambah gambar dalam sebuah foto,” kata Galih Sedayu.

Foto peserta kontes itu paling lambat diterima atau terkumpul Jumat (31/12) dan pengumuman pemenang dilakukan minggu pertama bulan Februari 2011.

Empat juri akan melakukan penilaian karya peserta yakni Dudi Sugandi (jurnalis foto), Goenady Haryanto (fotografer profesional), Harto Solichin Margo (pengajar foto) serta Ocsar Motuloh (kurator/pewarta foto).

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…