Rabu, 15 Desember 2010 18:23 WIB News Share :

Keluarga tampik tuduhan polisi ke Abu Tholut

Jakarta–Pihak keluarga menampik semua tuduhan Mabes Polri terhadap Abu Tholut alias Mustofa terkait terorisme dan perampokan CIMB Medan. Keluarga menegaskan Abu Tholut hanya seorang wirausaha.

“Dia kan jualan sandal, jual sapi. Mana mungkin orang yang sabar dengan pekerjaan itu terlibat dalam perampokan atau cara-cara instan,” kata adik bungsu Abu Tholut, Asma Kusniati, yang membantah tudingan Polri bahwa Abu Tholut terkait terorisme dan pelatihan militer di Aceh.

Hal ini disampaikan Kusniati di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (15/12).

Kusniati menegaskan, sang kakak hanya berprofesi sebagai seorang wirausaha kecil yang tekun bekerja. Ia juga membantah Abu Tholut terlibat dan mengotaki kejahatan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan beberapa waktu lalu.

“Dia kan wirausaha. Sampai jual sandal, jualan sapi. Kalau bilang merampok, mana mungkin. Dia mau menekuni yang sifatnya sedikit demi sedikit. Dia bukan orang yang mencari sesuatu dengan instan,” ujar perempuan yang mengenakan setelan jas warna hitam dan kerudung merah marun ini.

Kusniati datang ke Mabes Polri untuk meminta izin Densus 88 agar bisa bertemu dengan Abu Tholut. Namun hingga sore ini, kepastian izin tersebut belum juga ada.

Pihak keluarga sebelumnya juga menyayangkan tindakan Densus 88 yang mengambil barang-barang di rumah Abu Tholut tanpa surat dan pemberitahuan. Kusniati mengaku, uang senilai Rp 5 juta dan HP diambil paksa oleh Densus.

Abu Tholut ditangkap di Desa Bae RT 4 RW 3 Kecamatan Bae, Kudus, Jateng. Saat ditangkap, Densus juga menemukan dan menyita barang bukti berupa 1 pucuk pistol merk Browning HI power automatic berwarna hitam, satu buah magasin pistol jenis FN, 22 butir amunisi dan peluru kaliber 9 mm merek Pindad. Ia telah dikirim ke Jakarta pada Selasa 14 (14/12).

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…