Rabu, 15 Desember 2010 00:01 WIB Sragen Share :

Jaringan pengairan di Gawan mangkrak

Sragen (Espos)--Jaringan pengairan untuk 60 hektar lahan di Dukuh Ngipang dan Dukuh Singoyudan, Desa Gawan, Tanon mangkrak sejak lebih dari empat tahun terakhir.

Jaringan tersebut merupakan bekas program Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang mandek gara-gara dinilai warga merugikan.

Kepala Desa (Kades) Gawan, Sutrisna mengatakan jaringan pengairan tersebut semula menyalurkan air dari sumur air dalam yang berada di dua dukuh itu kea real pertanian di sekitarnya.

Namun, lantaran biaya operasional terlalu tinggi, warga pilih berhenti memanfaatkan sumur berikut jaringannya. Jaringan tersebut mangkrak sejak 2005 hingga kini.

“Sumur hanya dipakai paling 3-4 bulan di musim kemarau. Selebihnya menganggur. Tapi karena sumur itu membutuhkan listrik, untuk sebulan tanpa digunakan warga tetap harus membayar Rp 600 juta. Itu sangat memberatkan warga, sehingga mereka pilih tidak menggunakan saja,” jelas Sutrisna, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Selasa (14/12).

tsa

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…