Rabu, 15 Desember 2010 23:42 WIB Sragen Share :

Dana PNPM 2011 Tanon anjlok 70%

Sragen (Espos)–Alokasi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pedesaan di tahun 2011 di Kecamatan Tanon anjlok 70% dibanding anggaran pada tahun 2010.

Sebelumnya, di tahun 2010, Kecamatan Tanon menerima dana Rp 1,5 miliar, sedangkan pada tahun 2011, kecamatan tersebut hanya menerima alokasi Rp 450 juta. Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Tanon, Hartawan, menerangkan anjloknya alokasi anggaran PNPM di tahun 2011 sesuai dengan kebijakan pengelola PNPM di tingkat Kabupaten Sragen.

Hal tersebut didasari pertimbangan untuk pemerataan anggaran PNPM bagi 18 kecamatan di Bumi Sukowati. “Alasannya untuk pemerataan, jadi tahun 2011 nanti, Tanon hanya mendapatkan Rp 450 juta,” ungkap Hartawan, saat ditemui Espos, Selasa (14/12).

Lebih jauh, Hartawan menambahkan berkaitan dengan pengurangan anggaran, 16 desa se-Kecamatan Tanon akan berkompetisi untuk mendapatkan anggaran. Setiap usulan, kata dia, bakal diperhitungkan sesuai skala prioritas.

Kepala desa (Kades) Gawan, Sutrisna, kepada Espos, Rabu (15/12), menyatakan pihaknya akan merevisi rencana usulan PNPM menyusul anjloknya dana PNPM tahun 2011. Jika sebelumnya, pihak desa berniat mengajukan dua proyek besar, kali ini hanya akan diajukan satu proyek.

Proyek dimaksud adalah pembuatan makadam untuk jalan di perbatasan tiga desa, yakni Desa Gawan, Padas dan Kecik. “Sulit juga bagi kami. Yang jelas usulan itu lebih kami prioritaskan karena memang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya warga desa kami, tapi juga warga di dua desa
lain,” kata Sutrisna.

Lebih jauh, dilanjutkan dia, jalan sepanjang 800 meter yang berada di perbatasan tiga desa tersebut selama ini menjadi jalan alternatif para petani untuk membawa hasil panen mereka ke pasar. Saat ini, jalan yang dimaksud masih berupa jalan tanah yang selalu becek setiap kali hujan deras tiba. Rencananya, dia menyebut, jalan akan diurug batu, ditutup dengan pasir, dan dikeraskan sehingga layak dilalui kendaraan bermotor.

tsa

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…