Rabu, 15 Desember 2010 16:21 WIB News Share :

Antisipasi banjir lahar susulan, Kali Putih dinormalisasi

Magelang--Kali Putih di Wilayah Kabupaten Magelang yang berhulu di Gunung Merapi dinormalisasi dengan melebarkan alurnya untuk mengantisipasi banjir lahar dingin susulan.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Rabu (15/12), bagian alur sungai yang dinormalisasi yakni di wilayah Dusun Salakan, Candi, dan Glagah, Desa Sirahan, Kecamatan Salam.

Seorang petugas pelaksana PT Brantas Abipraya yang mengerjakan proyek normalisasi Kali Putih itu, Mulyo, mengatakan, selain dilebarkan dilakukan pembuatan talut.

Ia mengatakan, lebar sungai yang sebelumnya sekitar 10 meter kini dilebarkan menjadi 22 meter dan dibuat talut setinggi enam meter dari dasar sungai.

“Talut dibuat tinggi agar jika sewaktu-waktu banjir lahar, tidak meluap hingga ke permukiman dan jalan,” katanya.

Normalisasi Kali Putih di Desa Sirahan tersebut dimulai sejak Minggu (12/12) dengan menggunakan tiga alat berat.

Sebelumnya, PT Brantas Abipraya menormalisasi cekdam Kali Putih yang berjarak sekitar lima kilometer dari puncak Merapi. Namun pekerjaan itu baru berjalan sekitar 30 persen sudah rusak dihantam banjir lahar.

Kini, lanjut dia, pihaknya diminta menormalisasi di wilayah bawah yakni di Dusun Wates, Mantingan, Ngepos, Cabe, Ngablak, dan Sirahan.

“Pembuatan cekdam sebenarnya masih terus dikerjakan. Hanya beberapa dari kami diminta menormalisasi alur Sungai Putih di bagian bawah,” ujarnya.

Kepala Dusun Salakan dan Candi, Budi Sunaryo, mengatakan, warga di Dusun Salakan, Candi, dan Glagah, selama ini selalu menjadi korban banjir lahar dingin karena rumah mereka hanya berjarak dua hingga 10 meter dari bibir sungai.

Setiap banjir lahar, katanya, sebanyak 19 keluarga di Dusun Candi dan Salakan, selalu mengungsi ke Masjid Darussalam di dusun tersebut karena khawatir ancaman bahaya banjir lahar.

ant/rif

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…