Ilustrasi (ist)
Selasa, 14 Desember 2010 20:56 WIB Haji Share :

Takeyanie Pacong masih dicari, yang wafat Muhammad Kacong

Madinah–Takeyanie Pacong Wennah Bin Pacong yang sudah 11 hari hilang di Madinah hingga kini masih dicari.

Dari pengecekan ulang Daker Madinah, bukan Takeyanie yang wafat melainkan Muhamad Kacong Muhammad Taher.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Bapak Takeyanie karena ada kesalahan informasi,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib di Kantor Haji Indonesia Madinah, Selasa (14/12).

Subakin, sebelumnya, menyatakan Daker Madinah telah menerima surat dari Kementerian Haji Arab Saudi cabang Madinah yang isinya menyatakan Takeyanie Pacong yang dilaporkan hilang telah ditemukan wafat di RS Annur, Mekah.

Namun karena ada sejumlah keterangan yang berbeda, Subakin kembali melakukan croscek. Perbedaan itu antara lain yakni mengenai keberadaan Takeyanie di Madinah.

Ketua kloter 11 Banjarmasin (BDJ) Ahmad Hijazi menyatakan Takeyanie Pacong sudah sempat ke Madinah. Sementara surat Kementerian Haji Arab Saudi menyatakan Takeyanie belum sempat ke Madinah karena sakit saat akan berangkat.

“Jadi kedua bapak ini sama-sama jemaah dari kloter 11 BDJ dengan nama hampir mirip. Setelah kita cek paspornya berbeda, paspor Bapak Takeyanie V202350, bapak Muhammad Kacong V202381,” jelas Subakin.

Subakin menegaskan pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin mencari Takeyanie Pacong. Ia juga akan kembali meminta bantuan Kementerian Haji Arab Saudi sekaligus mengklarifikasi atas adanya kesalahan informasi tentang kematian Takeyanie.

Takeyanie terpisah dari kloternya usai melaksanakan salat Isya di Masjid Nabawi, Sabtu (4/12) lalu. Saat itu jemaah dengan paspor V202350 itu meninggalkan tiga kerabatnya yang sedang berbelanja di pertokoan di dekat hotelnya, Retaj Madinah.

Dua hari setelah hilang ia sempat menelepon keluarga di Indonesia dan mengatakan kalau dia hilang. Tapi kemudian teleponnya sudah tidak aktif.

Saat terakhir sebelum hilang Takeyanie memakai jaket hitam, celana hitam, peci hitam dan surban warna abu-abu yang dikalungkan di leher. Ia juga membawa tas paspor yang isinya ada uang sekitar Rp 15 juta.

“Jadi kita nyatakan Bapak Takeyanie belum ketemu. Kita akan terus cari semaksimal mungkin,” tegas Subakin.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…