Selasa, 14 Desember 2010 08:40 WIB Hukum Share :

Pelimpahan Tahap II berkas Asian Agri ditunda

Jakarta–Pelimpahan tahap kedua berkas perkara pajak Asian Agri atas tersangka Suwir Laut (SW) ke pihak Kejaksaan dari pihak penyidik Direktorat Jenderal Pajak kembali batal dilakukan. Pelimpahan ini ditunda karena para jaksa tengah melakukan rapat kerja nasional.

“Namun karena ada kesibukan jaksa maka ditunda penyerahan tahap keduanya, menjadi tanggal 20 Desember,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum, Babul Khoir saat dihubungi wartawan, Selasa (14/12).

Babul menuturkan, yang akan dilimpahkan yakni tersangka SW yang berkasnya telah dinyatakan P 21 atau lengkap pada Agustus lalu. “Atas nama tersangka Suwir Laut,” tuturnya.

Pelimpahan tahap kedua, kata Babul, membutuhkan tanda tangan Direktur Penuntutan (Dirtut) Pidana Umum Kejagung. Namun, karena saat ini korps Adhyaksa sedang melaksanakan rapat kerja nasional, maka terpaksa pelimpahan ini ditunda.”Harus ada tanda tangan Dirtut Pidum,” tuturnya.

Nantinya setelah tersangka SW dan barang buktinya diserahkan ke Kejaksaan Agung, kemudian akan dilanjutkan ke pihak Kejaksaan Negeri untuk selanjutnya dilakukan penyusunan surat dakwaan sebelum kemudian dilimpahkan ke persidangan.

Berkas kasus Asian Agri diketahui sudah berulang kali bolak-balik antara Kejagung dan penyidik Ditjen Pajak. Dari sisa tiga tersangka kasus penggelapan pajak sebesar Rp 1,3 triliun ini, baru 1 berkas yang sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa. Dengan demikian, masih ada 2 berkas yang belum lengkap, yakni atas nama tersangka Eddy Lukas dan LR.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…