Selasa, 14 Desember 2010 23:45 WIB Boyolali Share :

Minim lampu peringatan, perbaikan jalan Boyolali-Solo rawan kecelakaan

Boyolali (Espos)--Pelaksanaan proyek peningkatan jalan dan pelebaran saluran di Jalan Raya Boyolali-Solo rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas khususnya di malam hari. Hal ini dikarenakan minimnya lampu penerangan sebagai tanda bagi pengguna jalan untuk berhati-hati lantaran ada proyek perbaikan jalan dan saluran.

Pelaksaan proyek senilai Rp 133 miliar yang dikerjakan oleh PT Bangun Cipta Kontraktor-PT Puri Sakti Perkasa Joint Operation (JO) ini memakan hampir separuh badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas agak tersendat. Ratusan bambu pembatas dan traffic cone dipasang untuk mengamankan lokasi proyek sekaligus memberi tanda bagi pengendara untuk berhati-hati.

Namun masalah baru muncul di malam hari. Lantaran minim penerangan, bambu-bambu dan traffic cone yang dipasang di badan jalan nyaris tidak terlihat pengguna jalan.

Seperti pantauan Espos, Senin (13/12) malam. Sebuah alat berat yang berada di tengah jalan nyaris ditabrak oleh pengendara mobil sedan kendati sudah diberi pengaman berupa bambu.

Namun tidak adanya lampu penanda membuat bambu itu sulit terlihat dengan jelas oleh pengguna jalan.

“Tadi malam ada mobil sedan yang melaju cukup kencang menabrak bambu yang dipasang di sekitar lokasi proyek. Untungnya tidak sampai menabrak lainnya,” ujar Joko, warga Banyudono, Boyolali yang mengaku nyaris terjerumus ke dalam lubang galian pelebaran saluran akibat minimnya lampu peringatan, Selasa (14/15).

Terpisah, Kasatlantas Polres Boyolali AKP Sugandi mengatakan pihaknya sudah memasang sejumlah lampu peringatan di beberapa titik di sekitar lokasi proyek. Hanya saja diakuinya jumlahnya masih sedikit, yakni ditempatkan di ujung lokasi proyek dan beberapa di bagian tengah.

“Sudah kami evaluasi, memang jumlahnya sedikit akan kami perbanyak,” papar dia saat dihubungi via telepon.

Ia mengklaim hampir sebagian besar pengguna jalan sudah mengetahui adanya proyek peningkatan jalan dan pelebaran saluran sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kecil.

kha

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…