Selasa, 14 Desember 2010 15:17 WIB Solo Share :

Lahan kosong di di tengah Kota Solo jadi sorotan

Solo (Espos)–Sejumlah lahan kosong di beberapa titik di sepanjang Jl Slamet Riyadi Solo menjadi sorotan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo karena dinilai mengurangi keindahan pemandangan di tengah kota.

Walikota Solo, Joko Widodo, meminta pemilik lahan agar tidak menelantarkan lahan tersebut dan segera menatanya agar lebih produktif.

“Di Jl Slamet Riyadi terutama, ada beberapa lahan kosong yang dibiarkan saja oleh pemiliknya. Sehingga lahan tersebut terlihat kumuh karena dibiarkan tanpa adanya pemeliharaan. Padahal alangkah baiknya bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan agar lebih produktif. Atau setidaknya ditata supaya pemandangan di tengah kota bisa lebih indah,” ujar Walikota saat ditemui wartawan di Balaikota Solo, Selasa (14/12).

Terkait hal itu, Walikota mengaku telah menginstruksikan Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) setempat untuk mengumpulkan para pemilik lahan tersebut. Mereka diminta segera menata lahannya atau dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Ditemui terpisah, Kepala DTRK Kota Solo, Yob S Nugroho membenarkan pihaknya telah memperoleh instruksi dari Walikota untuk menyampaikan imbauan kepada para pemilik lahan kosong untuk menata lahan-lahan tersebut.

Saat ini, lanjut dia, DTRK fokus pada penataan lahan kosong yang berada di jalan protokol, seperti di Jl Slamet Riyadi dan beberapa ruas jalan lainnya. Dicontohkan Yob, beberapa lahan kosong di Jl Slamet Riyadi itu di antaranya di dekat Loji Gandrung dan sebelah timur Kantor Bank Mandiri Solo.

sry

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…