Selasa, 14 Desember 2010 18:00 WIB Solo Share :

Lagi, Kentingan Baru memanas

Solo (Espos)–Konflik lahan Kentingan Baru, Jebres kembali memanas, Senin (13/12) hingga Selasa (14/12).

Pemicunya rencana pemasangan patok atau rekonstruksi lahan sengketa yang terletak di sisi timur Universitas Sebelas Maret (UNS) itu.

Berdasar pengamatan Espos Selasa siang, penghuni Kentingan Baru dimotori ibu-ibu rumah tangga dan kaum perempuan memasang sejumlah spanduk penolakan rencana pematokan lahan.

Mereka juga berkumpul sejak pagi hari di pinggir Jl Ki Hajar Dewantara bermaksud mencegat tim rekonstruksi tanah. Bapak-bapak juga terlihat berkumpul di beberapa titik seperti di pos warga dan Sekretariat Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru.

Untuk mengantisipasi terjadinya bentrok dan tindakan anarkhitis, sejumlah personel Polsekta Jebres dan Koramil disiagakan di Kentingan Baru. Polisi meminta penghuni Kentingan Baru menjaga kondusivitas.

Yang perlu diantisipasi yaitu masuknya pihak-pihak luar seperti preman dalam konflik yang dimediatori Camat Jebres, Basuki Anggoro Hexa itu. Sementara rencana rekonstruksi lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo ditunda hingga Rabu (14/12).

“Menurut informasi pematokan lahan ditunda besok (Rabu-red). Hari ini Srikandi-srikandi Kentingan Baru bersatu padu menolak rekonstruksi. Begitu juga besok dan seterusnya, kami tolak rekonstruksi,” tegas Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru, Wiwik Tri Setyoningsih.

Alasan penolakan rekonstruksi tanah lantaran belum ada kesepakatan kedua pihak, utamanya penghuni lahan. Upaya rekonstruksi merupakan opsi yang diusulkan BPN dalam mediasi I di Aula Kecamatan Jebres dua bulan lalu.

kur

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…