Selasa, 14 Desember 2010 23:14 WIB Wonogiri Share :

Banang wacanakan waterboom didanai APBD

Wonogiri (Espos)–Proyek pembangunan waterboom Nawangwulan di Kompleks Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) diwacanakan untuk diambilalih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri dengan anggaran dari APBD 2011. Nilai investasi yang bakal ditanamkan berkisar Rp 7 miliar-Rp 8 miliar.

Wacana tersebut mencuat dalam rapat Badan Anggaran (Banang) hari pertama membahas RAPBD 2011 di Ruang Paripurna DPRD, Selasa (14/12). Ketua Komisi B DPRD, Sutrisno menjadi orang pertama yang mengungkapkan wacana itu.

“Pertimbangan kami, daripada mangkrak terlalu lama, wong itu kan juga terkait citra Wonogiri di mata masyarakat. Saat ini, sudah tersebar informasi Wonogiri memiliki waterboom. Tapi kenyataannya apa? Apakah tidak bisa seandainya Pemkab menganggarkan dalam APBD untuk melanjutkan pembangunan itu?” jelas Sutrisno.

Masih dalam rapat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Bambang Haryadi mengungkapkan dana investasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan proyek pembangunan waterboom tersebut sekitar Rp 8 miliar.

Dalam kesepakatan kerja sama dengan investor sebelumya, PT Sri Djamin Jaya (SDJ), nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 11 miliar. Namun, pembangunan sebagian sudah berjalan, perkiraan Pemkab proyek itu tidak membutuhkan Rp 8 miliar atau kurang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Budisena mengatakan kondisi keuangan daerah tahun 2011 mendatang memungkinkan untuk berinvestasi di waterboom. Bahkan, menurut perhitungan kasar DPPKAD, investasi senilai Rp 8 miliar seperti yang disampaikan Disbudparpora, bisa kembali dalam waktu empat tahun.

“Kalau memang itu menjadi prioritas dan kesepakatan bersama dalam forum ini, sangat memungkinkan untuk dianggarkan. Nanti kami hitung kembali berdasarkan indeks dan sebagainya. Kalau bisa kurang dari Rp 8 miliar, tentu akan lebih baik,” jelas Budi,

Anggota Komisi B DPRD, Martanto mengusulkan dana senilai Rp 8 miliar untuk melanjutkan proyek waterboom itu dijadikan dana abadi investasi. Artinya, hasil dari investasi tersebut digunakan untuk investasi lainnya yang juga menguntungkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sebagaimana diinformasikan, proyek pembangunan waterboom Nawangwulan sudah beberapa bulan terhenti karena ada masalah dengan pihak investor. Hingga kini, permasalahan itu belum juga bisa terselesaikan. Pemkab mengalami kesulitan komunikasi dengan pihak investor.

Sejumlah investor lokal sebenarnya menyatakan minat untuk mengambilalih dan melanjutkan proyek pembangunan wahana wisata tersebut. Namun, pengambilalihan belum bisa dilakukan sebelum ada kejelasan dan penyelesaian masalah dari investor sebelumnya.

shs

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…