Selasa, 14 Desember 2010 20:10 WIB Karanganyar Share :

Angin kencang menerjang, baliho ambruk mengancam

Karanganyar(Espos)--Hujan dan angin kencang menerjang wilayah Colomadu, Karanganyar, Selasa (14/12) sore. Akibatnya, sebuah baliho jumbo berukuran 8 m x 4 m di depan SDN 2 Malangjiwan, Colomadu, ambruk.

Menurut warga sekitar, Purwito, baliho dengan tinggi sekitar 10 meter itu tiba-tiba ambruk saat angin kencang disertai hujan rintik-rintik, sekitar pukul 16.00 WIB. “Anginnya dari arah barat. Balihonya tiba-tiba membelok dan jatuh,” ujar Purwito saat ditemui <I>Espos<I> di dekat lokasi baliho, Selasa (14/12) sore.

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kegiatan itu. Namun jika baloho itu tidak segera diperbaiki, lanjut Purwito, dikhawatirkan bisa memakan korban. Sebab, beberapa kali baliho tersebut tampak goyah dan tidak kokoh.

Selain itu, papan baliho juga mengenai kabel telepon yang terpasang di sekitarnya. Akibatnya, tiang kabel telepon yang dekat dengan baliho itu juga ikut terdorong dan agak bengkok beberapa derajat ke timur.

Pantauan Espos hingga pukul 17.30 WIB, belum ada satu pun petugas yang memperbaiki baliho tersebut. Papan baliho itu juga sedikit menutup akses jalan masuk menuju Perumahan Gawanan. Beberapa warga di sana menempatkan ember bekas untuk menutup jalan masuk itu. “Kalau tidak dipasangi seperti ini, nanti malah ada orang yang bisa terkena baliho,” katanya.

Beberapa orang yang ingin masuk jalan kampung itu, harus berhati-hati dan berjalan pelan. Bagi sejumlah pengendara motor dan mobil, juga harus ekstra hati-hati saat berkendara dekat dengan lokasi baliho.

Salah satu pengguna jalan, Arsanti, mengaku waswas jika baliho yang rusak itu tidak segera diperbaiki. “Kalau ambruk sekalian tidak masalah. Tapi ini masih menggantung seperti itu, takutnya kalau terkena angin lagi malah bisa mengenai orang yang lewat,” ujarnya.

fas

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…