Selasa, 14 Desember 2010 17:34 WIB Boyolali Share :

Aktifitas Merapi menurun, warga diimbau tetap waspada

Boyolali (Espos)–Aktifitas Gunung Merapi yang terpantau dari pos pengamatan Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali dalam beberapa hari terakhir hinga Selasa (14/12) cenderung mengalami penurunan. Warga diminta untuk tenang namun tetap waspada.

Menurut keterangan petugas pengamat Gunung Merapi di pos Jrakah, Tri Mujiono, dari data yang diperoleh dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja per Senin (13/12), terjadi gempa multi phase 30 kali, tektonik enam kali dan guguran 16 kali. Sehari sebelumnya terjadi 43 kali gempa multi phase, dua kali tektonik dan 11 guguran.

“Hari ini (Selasa, 14/12) datanya belum ada. Namun memang ada kecenderungan menurun aktiftasnya. Masyarakat bisa tetap tenang namun waspada,” papar Tri saat dihubungi Espos, Selasa.

Sementara kondisi puncak Merapi, sambung Tri, hingga kemarin siang belum bisa teramati secara jelas lantaran tertutup kabut. Namun curah hujan di puncak mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Ini berdampak pada menurunnya kapasitas luncuran lahar dingin.

“Memang masih terdengar suara gemuruh. Sesuai informasi dari BPPTK, status masih level tiga. Kubah di sektor utara belum bisa terpantau,” tuturnya.

Terpisah, Camat Selo Jiwan Sutopo mengatakan sejumlah warganya mengaku masih kerap mendengar suara gemuruh yang diduga berasal dari puncak. Namun saat ia bersama petugas kecamatan lain mencoba untuk mendengar gemuruh tersebut justru tidak terdengar.

“Kami bersama teman-teman malam-malam mencoba mendengarkan suara gemuruh, tapi tidak terdengar,” paparnya.

Kehidupan di wilayah Kecamatan Selo, sambungnya, mulai berangsur-angsur normal. Warga sudah mulai tenang kendati kadang kala masih trauma jika mendengar suara gemuruh dari puncak Merapi.

Terkait bantuan korban Merapi, Jiwan mengatakan hingga kemarin masih mengalir baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Sementara ini kebutuhan masyarakat, jelasnya, masih bisa dicukupi dari bantuan tersebut.

Sedang upaya perbaikan infrastruktur yang rusak seperti jembatan penghubung antardesa dan antardusun, imbuhnya, masih dalam tataran pembahasan di tingkat pejabat Pemkab.

kha

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…