Selasa, 14 Desember 2010 10:49 WIB News Share :

Aksi di depan ITS ricuh

Surabaya–Kericuhan terjadi dalam aksi mahasiswa di sekitar kampus ITS Sukolilo tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kuliah umum, Selasa (14/12). Aksi mahasiswa dihadang aparat kepolisian. Akibatnya, terjadi dorong mendorong antara mahasiswa dengan aparat yang bersenjatakan tameng dan pentungan.

Aksi mahasiswa dilakukan oleh BEM se Indonesia Wilayah Suramadu. Jumlah sekitar 100 mahasiswa. Mereka terdiri dari mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan beberapa kampus di Madura. Selain itu, ada pula perwakilan mahasiswa dari Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

Dalam aksinya, mahasiswa melayangkan enam tuntutan yang dinamai NAMPAM (Enam Harapan Mahasiswa). Pertama menuntut pemerintahan SBY untuk menyelesaikan kasus korupsi di Bank Centuri dan kasus korupsi Gayus.

Kedua meminta penyelesaian kasus lumpur Sidoarjo dengan memenuhi hak-hak para korban. Ketiga meminta Madura dijadikan kawasan ekonomi khusus. Keempat menuntut reformasi birokrasi penegak hukum.

Kelima menuntut pemberian perlindungan hukum dan HAM terhadap TKI. Keenam menuntut nasionalisasi aset-aset strategis negara dan menuntut dijadikannya nuklir sebagai alternatif energi.

Koordinator aksi, yakni Nuruddin Yusuf menyatakan, keenam tuntutan tersebut penting dan mendesak dipenuhi oleh pemerintahan SBY. Jika tidak dipenuhi, Indonesia bakal terkungkung dalam kubangan masalah.

Pantauan di lokasi, aksi dorong mendorong antara mahasiswa tetap terus berlangsung. Aparat kepolisian yang berjumlah lebih banyak dari peserta unjukrasa memaksa mahasiswa untuk mundur dari lokasi. Meski kalah jumlah, mahasiswa tetap ngotot untuk bertahan. Bahkan, berusaha terus maju mendekati kampus ITS.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…