Senin, 13 Desember 2010 06:17 WIB News Share :

Tentukan sikap, DPRD DIY gelar rapat paripurna

Jakarta--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar rapat paripurna hari ini, Senin (13/12) pukul 13.00 WIB. Rapat tersebut digelar untuk memutuskan sikap DPRD terkait RUU Keistimewaan DIY.

Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Samawi, optimis rapat tersebut akan memutuskan rakyat Yogyakarta, yang diwakili DPRD, lebih memilih penetapan ketimbang pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebagai mekanisme pengangkatan gubernur-wakil gubernur DIY.

“Memang yang saya tangkap mayoritas anggota DPRD DIY pengennya penetapan,” ujar Indra ketika dihubungi, Senin.

Indra mengatakan, dalam rapat semua fraksi akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan sikapnya terkait RUUK DIY. Begitu semua pendapat dan sikap terkumpul, maka hal itulah yang akan menjadi sikap DPRD DIY.

Saat ditanya bagaimana bila pemerintah pusat tetap memutuskan untuk melakukan pilkada, Indra menuturkan, pihaknya akan mencoba menata hati, dengan mempercayai pemerintah pusat akan mendengarkan hati rakyat Yogyakarta.

Indra menceritakan, polemik keistimewaan tersebut sempat membuat anggota DPRD emosi karena masalah itu sudah lama dibahas dan tidak menghasilkan keputusan yang berarti.

“DPRD merasa sudah agak emosi karena sebetulnya penetapan gubernur itu sudah lama ditetapkan. Kan itu intinya keistimewaan Yogyakarta,” terangnya.

Masih terkait dengan RUUK DIY, kata Indra, pihaknya 34 anggota DPRD untuk terus memantau dan mengawal perkembangan draf RUU tersebut di Jakarta. Sementara 17 anggota lagi akan diterbangkan kembali untuk membawa draf undang-undang tersebut ke Yogyakarta.

“Total ada 51 anggota Dewan, terbagi menjadi tiga delegasi. Dua delegasi sudah berangkat. Delegasi ketiga berangkat begitu draf itu ada di tangan DPR,” tutup Indra.

dtc/tiw

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…