Senin, 13 Desember 2010 09:38 WIB News Share :

Sejumlah pesawat tak dapat mendarat di Bandara Adisutjipto

Yogyakarta–Sejumlah pesawat dengan tujuan Yogyakarta sempat tidak bisa mendarat di Bandara Adisutjipto. Penyebabnya, runway tertutup kabut sehingga mempengaruhi jarak pandang.

“Sepertinya kabut merata di seluruh Jogya. Jarak pandang pilot 800 meter, padahal minimal 1.200 meter untuk instrumen dan minimal 4.000 meter untuk non instrumen. Ini demi azas keselamatan,” kata Manajer Operasi Bandara Adisutjipto, Helendra, Senin (13/12).

Halendra memaparkan, pesawat yang tak bisa mendarat di Jogya adalah Lion Air 561 dari Denpasar yang dialihkan ke Jakarta, Air Asia 7340 dari Jakarta yang kembali lagi ke Jakarta, Batavia Air 324 dari Balikpapan yang dialihkan ke Surabaya, Lion Air 521 dari Banjarmasin yang dialihkan ke Surabaya, dan Mandala Air 344 dari Jakarta yang dialihkan ke Surabaya.

Halendra mengatakan, per 07.15 WIB Bandara Adisutjipto sudah kembali normal. Kabut menutup runway sejak pukul 06.20 WIB. Adapun mengenai keberangkatan dari Jogya, Halendra mengatakan, sejumlah penerbangan akan mengalami delay. “Sedikit penumpukan penumpang di waiting room karena ada faktor cuaca seperti itu,” kata Halendra.

Sementara itu, seorang penumpang pesawat Batavia rute Balikpapan-Jogja, menginformasikan, dia tidak bisa mendarat di Jogya sehingga pesawat dialihkan ke Surabaya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….