Senin, 13 Desember 2010 12:31 WIB News Share :

Perangkat desa kompak bertelanjang dada di Kemendagri

Jakarta–Ribuan perangkat desa mulai naik pitam saat tidak kunjung diterima oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Perangkat desa yang ingin diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini kompak mencopot baju dinas dan bertelanjang dada.

“Ya kawan-kawan, karena sampai sekarang belum ada kejelasan nasib kita maka sebagai bentuk protes, mari kita buka baju kita, baju pengabdian kita, kita lempar ke gedung congkak ini. Ini simbol kalau kita tertindas. Ayo kita buka baju dan lempar bareng-bareng!” ajak seorang orator yang langsung membuka bajunya.

Aksi yang diikuti perangkat desa dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ini digelar di depan gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/12).

Seruan itu langsung disambut massa pendemo. Mayoritas perangkat desa serempak mencopot baju dinas warna coklat dan melemparnya ke arah Gedung Kemendagri. Ada baju yang menyangkut di gerbang, masuk ke dalam halaman, menyangkut ke kabel listrik dan ada yang sengaja dijemur di gerbang.

Perangkat desa terlihat bertelanjang dada dan ada yang mengenakan kaos dalam saja. Sementara perangkat desa perempuan masih mengenakan baju dinas komplet.

Tidak hanya itu, puluhan perangkat desa mulai memanjat pagar bagian samping Gedung Kemendagri. Mereka kemudian masuk ke halaman Kemendagri yang dijaga ratusan aparat Kepolisian.

Beberapa perwakilan perangkat desa bernegosiasi agar diterima pihak Kemendagri dan meminta gerbang segera dibuka. Perangkat desa lalu mengumpulkan baju-baju yang telah dilempar, serta mengikatnya seperti tali.

Cuaca panas terik tidak mengurungkan niat perangkat desa untuk terus bertelanjang dada.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…