Getty Images Getty Images
Senin, 13 Desember 2010 08:11 WIB Sport Share :

Navratilova tinggalkan RS

Getty Images

Getty Images

Nairobi–Mantan petenis Martina Navratilova sempat dirawat di rumah sakit (RS) akibat gangguan paru-paru saat mendaki Gunung Kilimanjaro. Kini ia sudah diizinkan untuk pulang.

Navratilova memimpin 27 pendaki untuk mengumpulkan dana bagi yayasan Laureus Sport for Good Foundation, yang juga diikuti atlet sepeda paralimpik Jerman Michael Teuber dan bintang bulutangkis Inggris Gail Emms.

Navratilova kemudian menderita sakit di hari keempat pendakian gunung setinggi 5.895 meter dari permukaan laut itu. Selanjutnya wanita 54 tahun itu mendapatkan perawatan di rumah sakit di Nairobi selama tiga hari. Petenis berdarah Cekoslowakia itu divonis menderita high altitude pulmonary oedema.

Gejala awal dari penyakit itu adalah merasa kesulitan berjalan, sesak napas, dan terbatuk-batuk. Penderita juga merasakan kelelahan yang sangat ekstrem dan merasa kondisi tubuhnya lemah.

“Ada cairan dalam paru-parunya yang terkait dengan ketinggian. Kondisi ini sangat berbahaya pada seseorang yang berada di ketinggian, namun sekali dia turun maka proses penyembuhannya cepat,” demikian keterangan dokter spesialis penyakit dalam dan jantung David Silverstein seperti dikutip dari situs pribadi Navratilova.

Diberitakan AFP Senin (13/12) dinihari WIB, Navratilova sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit. “Saya merasa lebih baik dan sangat gembira sudah diizinkan pulang. Saya berterimakasih kepada seluruh staf rumah sakit Nairobi yang sangat luar biasa dan sangat peduli kepada saya. Perawatan yang diberikan selama tiga hari saya di sini sangat sempurna,” kata pemegang 18 gelar Grand Slam itu.

Bagaimana dengan tim pendaki sendiri? Dari 27 orang, 18 di antaranya berhasil mencapai puncak Kilimanjaro.

“Sungguh luar biasa mengetahui bahwa tim telah kembali dengan selamat. Saya juga gembira mendapat kabar bahwa banyak dari mereka bisa mencapai puncak meski kondisi cuaca tak mendukung,” tuntas Navratilova.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…