Senin, 13 Desember 2010 22:26 WIB Sragen Share :

Memburuk, kondisi korban ledakan gas elpiji

Sragen (Espos)--Kondisi kesehatan korban ledakan gas elpiji di RT 18 Dukuk Ngredeng, Desa Kaloran, Gemolong, Sadi, 70, memburuk.

Minggu (12/12), sekitar pukul 23.00 WIB, tetangga Sadi membawa dia ke Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo.

Terkait hal itu, pihak desa berharap Pertamina tetap menanggung biaya pengibatan hingga korban sembuh. Kepala Desa (Kades) Kaloran, Aryamto, kepada Espos, Senin (13/12), mengatakan setelah menjalani rawat jalan selama tiga hari sejak kejadian Rabu (8/12) pagi, luka bakar di tangan dan kaki korban terlihat seperti melepuh.

Selain luka luar itu kondisi kesehatan yang bersangkutan juga memburuk dalam dua hari terakhir.

“Akhirnya, melihat kondisi korban dan setelah berkonsultasi juga dengan Pak Camat, korban kami rujuk ke rumah sakit swasta di Solo. Di sana diminta rawat inap,” jelas Aryamto.

Seperti diketahui, ledakan gas yang terjadi Rabu pagi, di rumah Sadi melukai Sadi dan istrinya, Supiyati, 70. Keduanya mengalami luka bakar dan harus menjalani rawat jalan di RSUD Gemolong.

tsa

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…