Senin, 13 Desember 2010 22:31 WIB Wonogiri Share :

Komisi D DPRD kecewa pelaksanaan DAK

Wonogiri (Espos)–Komisi D DPRD Wonogiri menemukan beberapa hal yang cukup mengecewakan terkait pelaksanaan proyek dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan. Diantaranya, adanya rekanan yang terkesan sembrono dalam mempersiapkan pengerjaan proyek serta kurangnya koordinasi rekanan dengan pihak sekolah maupun komite.

Penemuan itu diperoleh saat sejumlah anggota komisi tersebut melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dua sekolah penerima DAK di Kecamatan Wuryantoro, satu SD dan satu SMP, Sabtu (11/12). Kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/12), Ketua Komisi D DPRD, MH Zainuddin mengungkapkan Sidak yang dilakukan pihaknya memang belum bisa dijadikan patokan atau gambaran pelaksanaan DAK di seluruh Wonogiri karena baru dilakukan di dua sekolah.

Namun, beberapa penemuan dalam Sidak itu dinilainya patut menjadi perhatian Dinas Pendidikan. “Kami menemukan ada kesan sembrono dari pihak rekanan dalam mempersiapkan pengerjaan proyek. Misalnya, di SD yang dikunjungi kemarin, pembangunan dindingnya sudah 60% dan tinggal memasang kusen. Tapi saat ditanya, rekanan mengatakan kusennya yang sudah disiapkan dipinjam dulu oleh rekanan lain yang juga menggarap proyek di tempat lain. Ini kan sembrono namanya,” jelas Udin, sapaan akrabnya, didampingi Sekretaris Komisi D, Samino dan sejumlah anggota Komisi D lainnya.

Samino menambahkan dalam pelaksanaan DAK di dua sekolah yang di-Sidak, Sabtu lalu juga muncul kesan kurangnya koordinasi antara berbagai pihak terkait. Dia mencontohkan saat menanyakan kepada pihak sekolah maupun komite tentang siapa rekanan pemegang proyek DAK di sekolah tersebut, baik komite maupun pihak sekolah menjawab tidak tahu. Bahkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdik setempat juga tidak tahu.

“Ke depan, agar proyek ini berjalan tepat sasaran, tepat mutu dan tepat waktu, kami berharap pihak sekolah, komite dan pihak-pihak terkait dilibatkan dan diajak berkoordinasi agar bisa ikut mengawasi. Kami juga berharap rekanan selalu mengacu pada RAB dan memperhatikan waktu pengerjaan,” jelas Samino.

Lebih lanjut, Samino juga mengharapkan bantuan dari semua anggota DPRD untuk ikut mengawasi pelaksanaan DAK di wilayahnya. Dengan sisa waktu yang hanya tinggal hitungan hari, tentunya pengawasan dari seluruh anggota DPRD akan sangat membantu penyelesaian proyek DAK sesuai rencana. Komisi D sendiri berencana melanjutkan Sidak ke sekolah-sekolah lain di sela-sela waktu senggang pembahasan RAPBD 2011.

shs

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…