Senin, 13 Desember 2010 13:12 WIB Ekonomi Share :

Hatta
BBM subsidi pelat kuning tak dibatasi

Jakarta–Pemerintah dan Komisi VII DPR, Senin (13/12), tengah membahas mekanisme serta teknis pembatasan BBM bersubsidi.

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengajukan kebijakan pembatasan tersebut adalah agar BBM bersubsidi tepat sasaran serta untuk mengurangi beban anggaran APBN.

“Subsidi adalah instrumen keadilan, sehingga turunannya harus tepat sasaran. Subsidi BBM selama ini masih belum tepat sasaran,” ujar Hatta membuka rapat di DPR, Senin.

Ia melanjutkan apabila pengendalian penggunaan BBM bersubsidi tidak diterapkan mulai tahun depan, maka konsumsinya bisa mencapai 42 juta kiloliter. Angka ini melebihi asumsi dalam APBN 2011 yang sebesar 38 juta kiloliter.

“Kalau ini tidak dilakukan maka tren kenaikan akan menyentuh total subsidi 42 juta kiloliter sebagaimana prediksi dalam pembahasan sebelumnya,” jelasnya.

Dalam program pembatasan BBM bersubsidi tersebut, ungkapnya, tidak akan diterapkan pada alat transportasi berpelat kuning, kendaraan roda tiga, kendaraan roda dua dan nelayan. “Transportasi pelat kuning ini yang terkait langsung dengan aspek masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai wakil pemerintah yang hadir dalam rapat tersebut adalah Menkeu Agus Martowardojo, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Darwin Z Saleh, Dirjen Migas ESDM Evita Legowo dan jajaran eselon I dari kementrian terkait.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…