Senin, 13 Desember 2010 14:04 WIB News Share :

Haposan bantah minta uang pada JAM Pidum

Jakarta–Haposan Hutagalung menilai pernyataan Gayus Tambunan bahwa dirinya meminta uang untuk disetor ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) AH Ritonga dan Kemal Sofyan, mengada-ada.

Menurut Haposan, dirinya tidak pernah meminta uang sepeser pun ke Gayus untuk menyuap petinggi Kejaksaan Agung. “Jadi begini. Untuk kesekian kali, Gayus sudah gila. Sakit jiwa. Dilibat-libatkan mantan Jampidum. Saya mau katakan fair, tidak ada hubungannya dengan Pak Ritonga, Pak Kemal Sofyan,” kata Haposan usai sidang dirinya di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (13/12).

“Yang saya terima dari Gayus, honor kami sebagai lawyer, lunas. Saya terima jauh sebelum blokir dibuka. Jangan ngerusak negara ini, dengan membawa nama-nama lain,” tukas Haposan.

“Saya nggak tahu apa itu buat bargaining Gayus ke orang lain. Tetapi saya tegaskan pemberian ke pimpinan Kejaksaan Agung itu tidak ada,” tandas pria asal Medan ini.

Pada pemeriksaan terdakwa, Rabu pekan lalu, Gayus menyatakan Haposan meminta duit untuk menyuap  mantan Jampidum AH Ritonga dan Jampidum Kemal Sofyan. Tujuannya supaya dirinya dituntut bebas saat bermasalah di PN Tangerang. Kedua orang itu langsung menampik ‘nyanyian’ Gayus tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…