Senin, 13 Desember 2010 18:21 WIB Wonogiri Share :

Dua pintu WGM dibuka, Bengawan Solo masih aman

Wonogiri (Espos)–Dua pintu limpasan atau ‘spilway’ Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dibuka sejak Sabtu (11/12) sore, dengan debit mulai dari 50 m3/detik hingga 150 m3/detik. Kendati demikian tinggi muka air Sungai Bengawan Solo masih aman, jauh di bawah siaga hijau.

Informasi yang diperoleh Espos, kedua pintu limpasan itu mulai dibuka dengan debit 150 m3/detik pada Senin (13/12) pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, pintu hanya dibuka dengan debit 50 m3/detik lalu naik jadi 100 m3/detik.

“Pintu ‘spilway’ dibuka karena tinggi muka air sudah melebihi ‘control water level’. Bahkan setelah dibuka selama dua hari, tinggi muka air WGM masih 135,50 meter. Kami harus menurunkan tinggi muka air  hingga ke titik aman yaitu 135,30 meter,” ungkap Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) IV Perum Jasa Tirta (PJT) I Bengawan Solo, Winarno, saat dihubungi Espos, Senin (13/12).

Kendati dua pintu limpasan dibuka, Winarno mengatakan berdasarkan pantauan di pos pemantau Jurug Solo, Sungai Bengawan Solo masih aman. Tinggi muka airnya masih di bawah 4 meter, artinya masih kurang 2 meter dari siaga hijau yaitu 6 meter.

Namun demikian, Winarno tetap mengimbau warga di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo untuk waspada. Terutama jika turun hujan deras di daerah aliran Kali Dengkeng di Klaten dan Kali Samin di Sukoharjo yang akan mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Di daerah hulu Wonogiri sendiri, seperti Jatisrono, Baturetno, Tirtomoyo dan Pracimantoro sendiri, curah hujannya menurut Winarno masih cukup tinggi, yaitu 50 mm. “Berdasarkan pantauan terakhir, pos pemantauan curah hujan di Tirtomoyo dan Baturetno masih 50 mm. Ini yang membuat tinggi muka air waduk belum juga turun ke titik aman meski dua pintu sudah dibuka selama lebih dari dua hari,” ujar Winarno.

Data yang diperoleh Espos, tinggi muka air mencapai angka 135 meter pada Kamis (9/12) pukul 21.00 WIB. Setelah itu, tinggi muka air WGM terus naik hingga menjadi 135,50 meter pada Sabtu (11/12) pukul 17.00 WIB. Saat itulah, PJT memutuskan dua pintu limpasan dibuka dengan debit 50 m3/detik, dan naik menjadi 100 m3/detik satu jam kemudian.

Kondisi tersebut dipertahankan sampai Senin (13/12) siang, namun tinggi muka air ternyata tidak  juga berkurang. Hingga pukul 11.00 WIB kemarin, tinggi muka air masih 135,52 meter, sehingga PJT memutuskan menambah debit limpasan menjadi 150 m3/detik. Selain melalui pintu limpasan, air juga dikeluarkan melalui turbin PLTA sebesar 30,1 m3/detik secara terus menerus.

shs

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…