Senin, 13 Desember 2010 10:05 WIB News Share :

BPPTK jamin suara gemuruh bukan dari Merapi

Jakarta–Warga sekitar kawasan Gunung Merapi, Senin (13/12) dini hari  sekitar pukul 01.00 WIB dikejutkan suara gemuruh. Mereka khawatir suara tersebut datang dari Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memastikan suara gemuruh itu berasal dari suara guntur atau petir dan bukan dari gejolak Merapi.

Sejumlah pembaca detikcom lewat Info Anda dinihari tadi mempertanyakan gemuruh itu. Misalnya Tony Purniawan. “Sudah hampir sekitar 1 jam yang lalu kami mendengar suara gemuruh lumayan keras dan frekuensinya sering,” tulisnya. Info serupa disampaikan oleh Pomphy. Keduanya khawatir gemuruh itu berasal dari Merapi.

Petugas BPPTK Yogyakarta, Kusmiyati, mengatakan ada puluhan warga menghubungi kantor BPPTK untuk mengkonfirmasi asal suara tersebut.

“Sudah kami informasikan kalau suara yang didengar warga hanyalah guntur, bukan gemuruh Merapi,” tutur Kusmiyati saat dihubungi Senin.

Ia menambahkan tiga hari ini daerah kawasan Gunung Merapi memang diguyur hujan berintensitas rendah, yaitu 15,5 milimeter/jam yang tidak menimbulkan bahaya banjir lahar dingin. Ada guguran kecil dari puncak Gunung Merapi namun masih dalam hitungan normal.

Sementara itu, pagi hari ini pukul 08.30 WIB, secara visual Gunung Merapi tidak nampak karena tertutup kabut tebal. Status Merapi saat ini telah turun dari Awas menjadi Siaga.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…