Senin, 13 Desember 2010 12:19 WIB News Share :

Bendera setengah tiang dipasang di Jl Malioboro

Jakarta–Bendera setengah tiang dan janur kuning dipasang di sepanjang Jalan Malioboro, Jogja. Tujuannya sebagai tanda penolakan rancangan Undang-undang tentang Keistimewaan Yogyakarta, yang menyebutkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur secara langsung.

Para pedagang kaki lima dan beberapa toko di Jalan Malioboro tutup. Bahkan ada diantara mereka yang ikut demo, Senin (13/12).

Selain itu, bendera Panji Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berkibar di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Jumlahnya cukup banyak.

Menanggapi hal ini, Kepala Kepolisian Resor Gunung Kidul AKBP Asep Nalaludin mengatakan belum ada perintah apa pun dari pimpinan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bersikap.

“Belum ada perintah terkait banyaknya pengibaran bendera panji kraton tersebut, dan keberadaan bendera itu sah diakui dalam undang-undang. Jadi, kami masih beranggapan keberadaan bendera tersebut bukan sebagai gerakan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Ribuan masyarakat Jogja akan turun ke jalan untuk menyaksikan sidang paripuran DPRD Jogja yang akan digelar pukul 13.00 WIB, Senin (13/12). Mereka berkumpul di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jogja.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…