Senin, 13 Desember 2010 22:14 WIB Sragen Share :

Bayi anak gelandangan gemparkan warga Bedoro

Sragen (Espos)–Petugas Dinas Sosial (Dinsos) dan Puskesmas Sambungmacan menerima bayi yang baru dilahirkan Ngadinah, 34, warga Bedoro, Sambungmacan yang diduga mengalami gangguan jiwa, Senin (13/12). Bayi laki-laki seberat tiga kilogram itu dirujuk ke RSUD Sragen, lantaran tidak ada yang merawat.

Informasi yang dihimpun Espos di RSUD Sragen, Senin siang, bayi mungil itu semula ditemukan warga ditepi jalan desa di Bedoro, Sambungmacan, Sragen. Oleh karena tidak diketahui orangtuanya, bayi itu dibawa ke Puskesmas Sambungmacan.

Petugas Puskesmas segera memberitahukan kepada Dinas Sosial terkait keberadaan bayi. Karena suhu tubuhnya menurun hingga 36 derajat, bayi itu segera dirujuk ke RSUD Sragen. Penemuian bayi itu sempat menggemparkan warga setempat.

“Dari hasil penelusuran petugas, diketahui bayi itu merupakan anak dari Ngadinah, warga Bedoro RT 8, Sambungmacan yang diduga mengalami gangguan jiwa. Bayi itu sempat masuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan selanjutnya dibawa ke Instalasi Ferinatologi untuk perawatan intensif,” ujar pejabat Humas RSUD Sragen Melina Dwi Hastuti saat dijumpai wartawan.

Menurut dia, kondisi bayi sehat, hanya ditemukan luka memar di kepala bagian belakang. Namun luka tersebut tidak mengganggu kesehatan bayi. “Bayi itu masih dirawat di ruang isolasi dan sempat dimasukan ke inkubator untuk memulihkan suhu tubuhnya.

trh

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…