Minggu, 12 Desember 2010 14:42 WIB Internasional Share :

WikiLeaks
AS siapkan Eric Clapton untuk lunakkan Korut

Seoul--Anak kedua pemimpin Korea Utara Kim Jong Il, Kim Jong Chol, rupanya penggemar gitaris Eric Clapton. Pemerintah AS pun memanfaatkan ini untuk melunakkan Korut, namun tidak jadi.

Dokumen WikiLeaks terbaru seperti dilansir guardian.co.uk, Minggu (12/12) mengungkapkan kalau Dubes AS di Seoul melapor ke Washington, bahwa pejabat Korut mengatakan Kim Jong Chol adalah penggemar Eric Clapton.

“Konser di Pyongyang bisa menjadi kesempatan untuk membangun niat baik, dan memberikan kesempatan anak kedua Kim Jong Il bertemu legenda rock itu,” demikian kutipan WikiLeaks.

Usul itu agak nyeleneh, karena musik rock dilarang di Korut karena dianggap membawa pengaruh negara Barat. Clapton disebutkan pada prinsipnya setuju untuk konser di Korut pada 2009.

“Pertukaran budaya ini adalah cara untuk mempromosikan saling pengertian antara negara-negara,” ujar pejabat Korut saat itu.

New York Philharmonic Orchestra juga akan tampil in Pyongyang, Korut, sementara North Korean State Symphony Orchestra akan tampil di London, Inggris. “Kami ingin musik kami dipahami oleh dunia barat, dan ingin rakyat kami memahami musik barat,” kata mereka.

Rencana itu kemudian mandek. Pihak Eric Clapton pun membantah ditawari konser di Korut. “Tidak ada persetujuan apapun untuk dia tampil di Korut,” ujar jubir Eric Clapton.

Musik memang menjadi cara AS melunakkan Korut. Konser New York Philharmonic pada 2008 adalah kehadiran AS paling banyak di negara itu sejak Perang Korea. Konser itu diberi lampu hijau oleh Kemlu AS walaupun perundingan program nuklir Korut menemui jalan buntu.

300 Musisi orkestra AS itu berada di Korut selama 2 hari. Poster-poster anti AS pun diturunkan oleh pemerintah Korut, selama konser berlangsung.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…