Minggu, 12 Desember 2010 21:41 WIB Boyolali Share :

Warga Sepi harapkan bantuan benih

Boyolali (Espos)–Beberapa warga di Dusun Sepi, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali mulai menggarap lahan mereka pasca-erupsi Merapi, akhir pekan lalu. Ketiadaan benih sayur membuat warga yang berladang hanya sekedar mengolah tanah, menyingirkan abu vulkanik yang tebal tanpa bercocok tanam.

Seperti yang dilakukan Parlan, 40, saat ditemui di ladangnya yang hanya seluas kurang lebih 15 x 25 meter, Jumat (10/12). Meski kabut tebal yang turun dari puncak Merapi dan menyelimuti ladangnya disertai hujan saat itu ia tetap mencangkul. “Ini sekedar mengolah tanah, kami belum bisa menanaminya karena tidak punya bibit,” ungkap pria paruh baya itu di ladangnya yang tak jauh dari kediamannya.

Hal yang sama diutarakan Paino. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak dengaan ladangnya lantaran tak memiliki dana untuk membeli bibit pasca bencana Merapi. Biasanya, ladangnya ia Tanami dengan beberapa jenis sayuran seperti cabe, tomat, brokoli dan kol. Setiap kali cocok tanam dibutuhkan dana sekitar Rp 5 juta untuk membeli bibit, pupuk, hingga perawatan sampai panen di ladangnya yang seluas 5.000 m2.  “Kami mengharapkan ada uluran bantuan bibit dari pemerintah agar kami bisa berladang seperti biasanya,” papar Paino.

Terpisah, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jrakah, Ngatun Suryanto, mengutarakan warga sebenarnya sudah ingin kembali bercocok tanam. Namun ketiadaan dana untuk membeli benih sayur beserta kebutuhan tanam lain membuat warga banyak yang membiarkan ladangnya mangkrak. “Warga banyak yang masih nganggur karena ga punya modal,” pungkasnya.

kha

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…